Asbabun Nuzul Surat Al-Ahzab Ayat 51

A

  1. عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا كَانَتْ تُعَيِّرُ النِّسَاءَ اللَّاتِي وَهَبْنَ أَنْفُسَهُنَّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. قَالَتْ: أَلَا تَسْتَحِي الْمَرْأَةُ أَنْ تَعْرِضَ نَفْسَهَا بِغَيْرِ صَدَاقٍ فَنَزَلَ أَوْ قَالَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: (تُرْجِي مَنْ تَشَاءُ مِنْهُنَّ وَتُؤْوِي إِلَيْكَ مَنْ تَشَاءُ وَمَنْ ابْتَغَيْتَ مِمَّنْ عَزَلْتَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكَ)، قَالَتْ إِنِّي أَرَى رَبَّكَ عَزَّ وَجَلَّ يُسَارِعُ لَكَ فِي هَوَاكَ. (1)

    Ahu ‘alaihi wa sallam; ia berkata, “Tidakkah para wanita itu merasa malu menawarkan diri untuk dinikahi tanpa mahar?” Berkaitan dengan kejadian ini turunlah—dalam riwayat lain: diturunkanlah—firman Allah, turji> man tasya>’u minhunna wa tu’wi> ilaika man tasya>’u wa manibtagaita mimman ‘azalta fala> juna>h}a ‘alaik. Begitu ayat ini turun, 'A

    Sumber artikel:
    Buku Asbabul Nuzul: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur'an
    Buku disusun oleh Muchlis M. Hanafi (ed.)
    Buku diterbitkan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama RI, 2017


    (1) Sahih; diriwayatkan oleh Ah}mad, al-Musnad, juz 42, hlm. 145, no. 25251. Hadis dengan konten serupa namun redaksinya sedikit berlainan diriwayatkan pula oleh al-Bukha>riy dan Muslim. Lihat: al-Bukha>riy, S{ah}i>h}} al-Bukha>riy, dalam Kita>b at-Tafsi>r, Ba>b Turji’u man Tasya>’ Minhunn, hlm. 1202–1203, hadis nomor 4788; Muslim, S{ah}i>h}} Muslim, dalam Kita>b ar-Rad}a>‘, Ba>b Jawa>z Hibatiha> Naubataha> li D{arratiha>, hlm. 1085, hadis nomor 1464.

    (2) Menurut as-Suyu>t}iy, ayat ini turun berkenaan dengan sebagian istri Nabi yang menuntut tambahan nafkah. Hal ini memberatkan Nabi sehingga beliau meninggalkan mereka selama sebulan hingga turunlah ayat ini. Meski ayat ini memberi Nabi keleluasaan untuk menginap di rumah istri mana pun yang beliau mau, namun nyatanya beliau tetap berlaku adil kepada mereka. Lihat: as-Suyu>t}iy, Luba>b an-Nuqu>l, hlm. 276. Ibnu H{ajar mengemukakan tiga penafsiran atas frasa turji> man tasya>’u minhunna wa tu’wi> ilaika man tasya>’. Pertama, engkau (Muhammad) diperkenankan menceraikan atau tidak menceraikan siapa saja dari istrimu yang engkau kehendaki; kedua, engkau dipersilakan untuk tidak memberi giliran bermalam, tanpa perlu menceraikannya, kepada istri yang engkau mau, dan dipersilakan pula memberi giliran bermalam kepada istri yang engkau mau; ketiga, engkau diperkenankan menerima atau tidak menerima wanita yang menawarkan diri untuk engkau nikahi. Hadis di atas menguatkan tafsiran ketiga dan kedua, namun teks ayat tersebut terbuka untuk dipahami dengan ketiga penafsiran ini. Berdasarkan informasi dari 'Ari>, juz 8, hlm. 397.