DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Di antara lima Rukun Islam yang harus dikerjakan oleh umat Islam adalah ibadah haji. Ibadah ini memiliki kekhususan waktu dan tempat karena harus dikerjakan pada bulan Dzulhijjah di tanah suci Makkah.
Sebagai agama samawi, Islam memadukan antara dimensi esoterik (aqidah) di satu sisi, dan dimensi eksoterik (syari’ah) di sisi yang lain. Dimensi eksoterik ajaran Islam memuat ajaran paling fundamental yang menyangkut sistem keimanan dan kepercayaan terhadap Allah SWT sebagai pencipta alam semesta.
Ibadah haji merupakan ibadah yang komprhensif karena Pelaksanaannya melibatkan multi dimensi dari diri manusia itu sendiri. Haji melibatkan sekurangnya lima (5) aspek dari diri manusia secara sekaligus di dalam pelaksanaannya
Senantiasa berikhtiar dan berdoa kepada Allah SWT agar terbangunlah keluarga ideal yang menjadi pilar kokoh bangsa ini. Dan pada gilirannya, bangsa kita akan menjadi bangsa yang kuat dan selamat, negeri yang aman dan diberkahi dengan berlimpah rezekinya.
Kemajuan IPTEK dengan segala ragamnya ternyata tidak berhasil mengangkat harkat dan martabat manusia secara hakiki, yang terjadi justru sebaliknya, banyak terjadi kegelisahan-kegelisahan dan tidak bermaknanya kehidupan serta hampanya nilai spiritual.
“Allah Maha Lembut kepada hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Dia Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. Asy-Syura: 19)
Pelaksanaan Ibadah Haji telah berlalu, namun penulis rasa, momentum ibadah tersebut masih membekas cukup kuat di dalam benak para jamaah yang dalam pekan ini akan pulang ke negara masing-masing.
Menunaikan haji ini dapat diartikan menyempurnakan rukun Islam, Hal ini dikarenakan setiap umat Islam akan merasa belum sempurna Islamnya kecuali setelah melaksanakan ibadah haji.
Syawal ini agar amalan ibadah yang dikerjakan pada bulan Ramadhan lalu menjadikan umat Islam sebagai pribadi yang lebih meningkat takwanya,
Selain tradisi takbiran, kita juga mempunyai tradisi halal bihalal, bermaaf-maafan di hari lebaran