Ancaman Agama terhadap Orang yang Menyalahgunakan Harta Anak Yatim

 
Ancaman Agama terhadap Orang yang Menyalahgunakan Harta Anak Yatim
Sumber Gambar: Pixabay, Ilustrasi: laduni.ID

Laduni.ID, Jakarta - Islam sangat menganjurkan agar memperhatikan anak yatim dan orang yang lemah atau kaum dhu'afa. Banyak sekali Ayat Al-Quran dan Hadis Nabi yang menerangkan tentang anak yatim. Di antaranya ada yang berupa kabar gembira terkait dengan keuatamaan memperhatikan anak yatim, tapi juga ada ancaman terkait penyalahgunaan harta anak yatim.

Rasulullah SAW pernah menegaskan bahwa beliau kelak akan bersama orang yang mengurus anak yatim ibarat jari telunjuk dan jari tengah. Beliau bersabda:

كَافِلُ الْيَتِيْمِ لَهُ أَوْ لِغَيْرِهِ أَنَا وَهُوَ كَهَاتَيْنِ فِي الْجَنَّةِ، وَأَشَارَ الرَّاوِيْ وَهُوَأَنَسُ بْنُ مَالِكٍ، بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى

"'Pemelihara anak yatim, entah itu dari keluarga terdekat atau pun orang lain saat di Surga, kelak dengan aku jaraknya ibarat dua ini,' perawi Hadis (Sahabat Anas bin Malik) memberi isyarat dengan jari telunjuk dan tengah." (HR. Imam Muslim)

Mengurus atau memperhatikan anak yatim memang sangat dianjurkan di dalam Islam. Hingga Rasulullah SAW menjaminnya akan bersanding dengan beliau kelak di akhirat. Namun demikian, setiap orang yang mempunyai kepedulian dengan mencurahkan perhatiannya kepada kaum mustadh’afin, khususnya kepada anak yatim, harus berhati-hati dan tidak sembrono. Sebab ancaman terkait dengan penyalahgunaan harta anak yatim sangat keras. Banyak Ayat Al-Qur’an yang mewanti-wanti jangan sampai melakukan hal itu.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN