Antara Nabi Syam’un Al-Ghozi AS dan Anugerah Malam Lailatul Qadar

 
Antara Nabi Syam’un Al-Ghozi AS dan Anugerah Malam Lailatul Qadar
Sumber Gambar: Pinterest, Ilustrasi: laduni.ID

Laduni.ID, Jakarta - Di dalam Kitab Qishohul Anbiya' karya Ibnu Katsir dan Kitab Mukasyafatul Qulub karya Imam Al-Ghazali terdapat kisah menarik tentang nabi yang hidup di zaman Romawi, yang bernama Syam'un Al-Ghozi AS. Sebagian ulama menyebutnya seorang wali, tetapi kebanyak ahli tafsir menyebutnya sebagai seorang nabi, termasuk menurut Ibnu Katsir.  

Membicarakan tentang Nabi Syam'un Al-Ghozi AS, maka kita tidak bisa terlepas dari latar belakang kenapa kemudian ada anugerah Malam Lailatul Qadar untuk umat Nabi Muhammad SAW. Malam Lailatul Qadar yang keutamaannya melebihi malam seribu bulan biasa itu seakan "terinspirasi" dengan komitmen perjuangan dan ibadah Nabi Syam'un Al-Ghozi AS.

Disebutkan bahwa Nabi Syam’un Al-Ghozi AS adalah seorang nabi dari kalangan Bani Israil. Beliau adalah hakim ketiga terakhir pada zaman Israil kuno. Ia memiliki beberapa nama, dalam bahasa Arab beliau disebut dengan Syamsaun atau Syam'un, dalam bahasa Ibrani disebut Simson, dalam bahasa Tiberias disebut Shimshon, sedangkan di dalam Alkitab Nasrani, beliau disebut Samson. Nama Syam’un sendiri artinya "yang berasal dari matahari”, sedangkan Al-Ghozi, artinya “yang berasal dari Ghazi” (Ghaza, Palestina sekarang).

***

Suatu ketika Nabi Muhammad SAW berkumpul bersama para sahabat dibulan Suci Ramadhan. Nabi Muhammad SAW tampak tersenyum sendiri. Lalu ditanya oleh para sahabat, “Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah?"

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN