09 Mar 2019 · 3.472 dibaca · Sosial Budaya
LADUNI.ID, BENGKAYANG - Kerajinan tangan masyarakat perbatasan terutama di Kecamatan Seluas dan Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, terkenal dengan hasil kerajinan berupa bidai atau tikar.
Namun kerajinan ini terancam punah lantaran bahan baku untuk membuatanya berupa rotan sudah langka didapat. Saat ini, bahan baku bidai atau bide sudah susah didapatkan karena tidak ada dukungan pemerintah baik untuk melestarikan maupun penanaman ulang rotan, juga kayu kapuak atau tuhup.
Hal itu yang disampaikan mantan Kepala Bagian Perbatasan, yang sekarang menjabat sebagai Plt. Camat Seluas, Gustian Adniwinata. Lebih jauh Gustian menjelaskan, Bidai dari bahasa Dayak "Bide" adalah satu di antara warisan budaya, tempat menerima tamu-tamu terhormat zaman dahulu kala.
Maka kepala Kampung zaman dulu menyebutnya Ama Bide. Bide berarti alas duduk dan tempat berkumpul masyarakat untuk tamu-tamu
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+