Menanam Eksistensi
LADUNI.ID - Gus Dur, adalah nama yang menyimpan kekayaan spritual yang sepertinya tak pernah habis. Meski telah pulang, ia masih terus disebut dan kata-katanya terus dikutip orang. "Apakah rahasianya", tanya seorang teman.
Aku tak bisa menjawab. Tetapi aku ingat Gus Dur acap menyenandungkan kata-kata Ibn Athaillah al-Sakandari, sufi maestro dari Iskandariah, Mesir. Ia menuliskannya dalam bukunya yang terkenal "Al-Hikam":
إِدْفِنْ وُجُودَكَ فِى اَرْضِ الْخُمُولِ فَمَا نَبَتَ مِمَّا لَمْ يدْفَنْ لَا يَتِمُّ نِتَاجُهُ
Tanamlah eksistensimu
pada tanah yang tak dikenal
Sebab sesuatu yang tumbuh
dari biji yang tak ditanam
tak berbuah matang
Dr. Zaki Mubarak (w. 1952), sarjana Tasawuf, terkemuka dari Mesir memberikan komentar atasnya:
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp79.500
Rp93.200
Rp142.800
Memuat Komentar ...