Wisata Spiritual dan Berdoa di Makam Syech Makukuhan Temanggung

Memperoleh Donasi Sebesar : Rp 0. Donasi Sekarang
 
Wisata Spiritual dan Berdoa di Makam Syech Makukuhan Temanggung

Sekilas Sejarah

Ki Ageng Makukuhan disebut juga dengan nama Syeikh Maulana Taqwim, Jaka Teguh dan Maha Punggung. Di samping itu, ia juga dinamakan Sunan Kedu karena telah menyebarkan agama Islam di daerah Kedu yang sekarang bertempat di Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung.

Beliau adalah seorang wali ber-etnis Tionghoa. Beliau menuntut ilmu di Pondok Pesantren Glagahwangi pimpinan Sunan Kudus. Nama asli nya adalah MA KUW KWAN, namun oleh Sunan Kudus, dia diberi nama baru yakni Syarif Hidayat. Meski demikian, Sunan Kudus masih sering memanggil dengan nama aslinya, karena dia memang merupakan salah satu santri kesayangan Sunan Kudus.
 

Disaat Ma Kuw Kwan harus melarikan diri dari Prajurit Kerajaan Capiturang pimpinan Gagaklodra yang hendak membunuhnya. Untuk menghilangkan jejak, saat itu Ma kuw Kwan menggunakan nama samaran Jaka Teguh. Selain mendapat tambahan ilmu agama, Ma Kuw Kwan juga diajari cara bercocok tanam oleh Sunan Kalijaga.
Beliau juga merupakan seorang ahli pengobatan.

Dikatakan dalam sejarah bahwa beliau pun menyebarkan Islam di sekitar Gunung Sumbing pada saat pelariannya. Oleh karena itu, di puncak Gunung Sumbing pun terdapat makam Syech Makukuhan juga, dan masih ramai diziarahi oleh warga sekitar.
 


 

Lokasi Makam

Lokasi Komplek Makamnya berada di Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung