Wisata Rohani dan Bertafakkur Makam KH Ilyas Ruhiyat Tasikmalaya

Memperoleh Donasi Sebesar : Rp 0. Donasi Sekarang
 
Wisata Rohani dan Bertafakkur Makam KH Ilyas Ruhiyat Tasikmalaya

Sekilas Profil
Beliau adalah ulama besar yang pernah menjadi Rais Aam PBNU 1992-1999. Selain sebagai Rais Aam PBNU era Gus Dur KH Ilyas Ruhiyat adalah pengasuh pesantren Cipasung Tasikmalaya, Jawa Barat. 

Pada tahun 1994, pesantrennya pernah dijadikan tempat Muktamar NU ke-29, muktamar tersebut berhasil memenangkan Gus Dur berhasil melawan kooptasi rezim negara Orde Baru terhadap organisasi Muslim terbesar di dunia itu.

KH Ilyas memulai kariernya di organisasi NU sejak tahun 1954 dengan terpilih sebagai Ketua NU Cabang Tasikmalaya.

Saat itu pun ia merangkap sebagai Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa barat. Kemudian pada tahun 1985-1989 ia terpilih sebagai Wakil Rois Syuriah NU Jawa Barat.

Pada tahun 1989, saat muktamar NU di Krapyak, Ilyas menjadi salah seorang Rois Syuriah Pengurus Besar (PB) NU. Puncaknya,tahun 1994, pada muktamar ke-29 NU yang berlangsung di pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Ilyas terpilih sebagai Rois Am PB NU, mendampingi KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sebagai Ketua Umum PB NU.

Pada saat muktamar NU di Krapyak KH Ilyas menjadi salah satu anggota Rois Syuriah PBNU. Kemudian sejak Munas dan konferensi besar NU di Bandar Lampung tahun 1992, Ilyas ditunjuk sebagai pelaksana Rois Aam Syuriah NU menggantikan Rois Aam K.H. Ahmad Shiddiq yang wafat. Kemudian K.H. Ilyas kembali menjadi Rois Aam untuk periode berikutnya 1994-1999.



Makam KH Ilyas Ruhiyat
KH Moh Ilyas Ruhiat meninggal pada pukul 16.15 18 Desember 2007, di rumahnya setelah menderita sakit selama kurang lebih tiga bulan lamanya akibat menderita penyakit komplikasi dan sempat di rawat di RSHS Bandung. Genap diusianya ke-73 ulama kharismatik yang disegani di era orde baru tersebut.  Makam KH Ilyas Ruhiyat berada di belakang komplek pondok pesantren (ponpes) Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat.