Biografi KH Muhammad As’ad Umar

 
Biografi KH Muhammad As’ad Umar

Riwayat dan Silsilah
KH Muhammad As’ad Umar, Lahir di Jombang pada 18 Agustus 1933 dengan nama lengkap Muhammad As’ad Umar, Kiai As’ad putra dari KH Umar Tamim. Beliau adalah pemimpin dan pengasuh Pondok pesantren Darul Ulum Jombang. 

Masa Pendidikan
Lahir dan tumbuh di lingkungan Pondok pesantren, pendidikan Kiai As’ad sejak kecil diperolah dari ayahnya KH Umar Tamim dan paman-pamannya di pondok pesantren Darul Ulum sampai tingkat SMA. Selepas SMA, Kyai As’ad melanjutkan pendidikannya di beberapa pesantren, antara lain di pondok pesantren Al-Mu’ayyat Jamsaren Solo.

Pada 1958, beliau menimba ilmu di Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) Yogyakarta dan mondok di pondok pesantren al-Munawwir Krapyak di bawah asuhan KH Ali Ma’sum, KH Abd. Qodir dan KH Abdullah. Namun tidak sampai meraih gelar sarjana beliau dipanggil ayahandanya untuk membantu mengelola pesantren.

Sepak Terjang Politiknya
Sebagai seorang ulama, bukan berarti kiai As’ad tidak aktif dalam organisasi. Kyai As’ad pernah aktif disejumlah organisasi. Sebut saja Front Nasional Kabupaten Jombang Persatuan Petani NU Jombang, Majlis Dakwah Islamiyah Jawa Timur pernah dipimpinnya. Kyai As’ad juga pernah aktif menjadi anggota dewan baik tingkat kabupaten provinsi hingga DPR/MPR RI dari partai Golkar.

Pendobrak Pendidikan Pesantren
Kiai As’ad telah berhasil mendirikan beberapa sekolah yang hingga kini terbukti mampu memberikan pendidikan tak cuma bernilai agama, namun juga ilmu pengetahuan umum secara utuh dan menghasilkan santri yang siap menghadapi tantangan zaman.

Sebut saja SMA 2 Unggulan BPPT yang pernah menarik BJ Habibie untuk ikut menyokong pembangunannya. Juga Akper DU yang kala itu bahkan hingga kini masih menjadi karya monumentalnya untuk perkembangan pendidikan pesantren yang mungkin di masanya masih tak terpikirkan oleh banyak pesantren lain.

Tutup Usia
Kyai As’ad Umar wafat tanggal 5 Desember 2010, di makamkan di makam keluarga besar pondok pesantren Darul Ulum, kyai As’ ad memiliki 8 putra putri dari pernikahannya dengan Bunyai Hj. Azzah. Ke-8 putra putri tersebut, Zaimuddin, Zulfikar, Zainul ibad, Niswah Qonita, Zulhilmi, Zahrul Jihad, Uswatun Qoyyimah, dan Zahrul Azhar. 

 

 

Sumber: Dari Berbagai Sumber