Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Ahmad Bagdja, Sekjen PBNU 1989-1994
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Ahmad Bagdja, Sekjen PBNU 1989-1994

1945 – 2020 M · 16.231 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Pada 1970, Kyai Ahmad Bagdja melengkapi gelar kesarjanaannya dengan melanjutkan pendidikan tinggi di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jakarta (IKIP Jakarta) yang sekarang bernama Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.    Teladan
5.    Referensi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir
KH. Ahmad Bagdja atau yang akrab dengan sapaan Abah Bagdja lahir pada tanggal 1 Maret 1945 di Desa Cipetir, Kecamatan Lebakwangi, Kuningan, Jawa Barat. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Muhammad Tohir dengan Nyai Arkasih. Kyai Ahmad Bagdja sangat jarang bertemu dengan sang ayah karena kesibukannya sebagai tentara Hizbullah Kuningan yang bermarkas di Lebakwangi. 

1.2 Wafat
KH. Ahmad Bagdja wafat pada hari Kamis, 6 Februari 2020, pukul 01.09 WIB. Beliau wafat di Rumah Sakit Jakarta Medical Center (JMC) Jakarta Selatan.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Selama mengeyam pendidikan, Kyai Ahmad Bagdja pernah mendapatkan beasiswa dari Departemen Agama untuk melanjutkan Pendidikan Guru Agama Pertama (PGAP) empat tahun di Cirebon sebagai persiapan untuk menjadi seorang Guru Sekolah Dasar (SD).

Kyai Ahmad Bagdja dikenal sebagai seorang santri yang mahir berpidato semasa di Pesantren Cadas Ngampar. Pasca lulus dari pesantren, beliau sempat melanjutkan Pendidikan Guru Agama Atas (PGAA) selama dua tahun di Bandung. Sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN), beliau juga sempat tinggal di daerah Kampung Rawa, Pasar Gembrong, Tanah Tinggi, Senen, Jakarta Pusat.

Dalam pendidikan, Kyai Ahmad Bagdja menempuh pendidikan di Jurusan Ilmu Kemasyarakatan IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Sempat ditempatkan di Kampus IAIN Pacet, Cianjur tetapi terhenti karena aksi demonstrasi mahasiswa pada 1966. Lalu beliau kembali melanjutkan pendidikan dan menyelesaikan pendidikan di IAIN tahun 1969.

Pada 1970, Kyai Ahmad Bagdja melengkapi gelar kesarjanaannya dengan melanjutkan pendidikan tinggi di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jakarta (IKIP Jakarta) yang sekarang bernama Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

2.1 Guru
KH. Muhammad Tohir (ayah)

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah

3.1 Kiprah di Nahdlatul Ulama
KH. Ahmad Bagdja adalah perintis Komisariat PMII IKIP Jakarta sekaligus menjadi Ketua Umum PMII periode 1977-1981. Selain itu beliau juga pernah menjadi Ketua Umum Dewan Mahasiswa IKIP Jakarta, Ketua Badan Koordinasi Senat-senat Mahasiswa IKIP se-Indonesia (1970), dan menjabat sebagai Sekjen PBNU pada periode kedua kepengurusan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tahun 1989-1994.

4. Teladan
Beliau dikenal sebagai sosok yang santun, mengayomi dan menginspirasi, terutama bagi generasi muda NU. Pribadinya rendah hati dan bisa diterima semua pihak.

5. Referensi
Diolah dan dikembangkan dari sumber: NU Online Jakarta


Artikel ini sebelumnya diedit tanggal 06 Februari 2025, dan kembali diedit dengan penyelarasan bahasa pada tanggal 06 Fe

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+