Biografi KH. Imam Syuhada’

 
Biografi KH. Imam Syuhada’

Sekilas Riwayat

Di dusun Canga’an desa Genteng Wetan kecamatan Genteng kabupaten Banyuwangi. Desa yang awalnya dinamakan desa Bayeman, dimana di desa tersebut terdapat seorang kiai yang bernama KH. Imam Syuhada’ terlahir pada 10 Februari 1935. Beliau merupakan pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Tamrinatul Wildan.

Masa Menuntut Ilmu

Sebelum beliau mendirikan pondok pesantren beliau telah menimbah ilmu dibeberapa pondok pesantren. Pada tahun 1953 beliau telah menimbah ilmu di pondok pesantren Mbah Kiai Mohammad Yasin, beliau adalah menantu dari Mbah Kiai Kholil Bangkalan, kemudian beberapa tahun kemudian beliau melanjutkan di pondok pesantren yang diasuh oleh Mbah Kiai Abbas bin Khozin yaitu Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran Sidoarjo pada tahun 1957. Sekembalinya dari pondok pesantren beliau di utus ayahnya yaitu K.H. Abdul Fatah untuk mengajar ngaji anak-anak sekitar dusun Canga’an.

Pernikahan Beliau

KH. Imam Syuhada’ Abdul Fatah yang memiliki istri yang biasa dipanggil Bu Tum oleh para santri. KH. Imam Syuhada’ menikah di usia ke 35 tahun sedangkan Bu Tum berusia 18 tahun. Dari hasil pernikahannya beliau dikarunia 4 orang anak.

Mendirikan Pesantren

Pada tahun 1964 beliau telah menjalankan perintah ayahnya untuk mengajar ngaji. Awalnya beliau hanya mengajar beberapa anak dan remaja dari desa sekitar untuk belajar Al-Quran dan tata cara sholat yang benar. Dengan berkembangnya waktu santri beliau bertambah banyak. Maka muncul keinginan beliau untuk menambah kegiatan belajar yaitu sorogan/balahan kitab-kitab kuning.

Beberapa santri perdana beliau memberi masukan untuk memberi nama kelompok pengajian tersebut, maka atas prakarsa beliau dipilihlah nama Jam’iyah Tamrinatul Wildan sebagai identitas untuk kelompok ngaji beliau. Dengan perkembangan waktu santri yang ingin belajar mengaji semakin banyak, sehingga beliau beserta santrinya mendirikan sebuah pondok pesantren yang di beri nama Pondok Pesantren Tamrinatul Wildan.

Pondok tersebut telah melahirkan pemuda-pemuda yang bisa membawa dan menyebarkan agama Islam pada semua kalangan. K.H. Imam Syuhada’ merupakan kiai yang tegas terutama ketika mengajar para santrinya. Akan tetapi beliau merupakan sosok kiai yang baik hati dan rendah diri. Ketika mengajar para santrinya beliau mengajar dengan sangat serius sehingga santri yang diajar beliau bisa menjadi santri yang pintar terutama dalam bidang agama.

Berpulang

Pada 29 september 2010. Beliau telah di panggil oleh Allah, Jenazah beliau dimakamkan di pemakaman keluarga di Pondok Pesantren  Tamrinatul Wildan, Banyuwangi.

 

 

Sumber: Dari Berbagai Sumber

 

Pengikut Beliau

  • suparman suparman