25 Jun 2020 · 1.484 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Jakarta - Mau tidak mau, disadari atau tidak, satu detik ke depan, satu nafas ke depan, termasuk satu huruf dalam tulisan, semua tidak diketahui masihkah akan kita temukan dalam kondisi sehat, normal dan sentosa sebagaimana kondisi sekarang.
Berkaitan hal ini dalam firman suci Tuhan telah mengisyaratkan:
إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُولَٰئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا (النساء: ١٧)
"The repentance accepted by Allah is only for those who do wrong in ignorance [or carelessness] and then repent soon after. It is those to whom Allah will turn in forgiveness, and Allah is ever Knowing and Wise." (An-Nisa' [4]: 17).
Selain menunjukkan bahwa tobat yang akan diterima oleh Allah hanyalah dari orang-orang yang bersegera tobatnya dalam waktu dekat sebelum nyawa sampai ke kerongkongan, frasa ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ juga mengandung isyarat bahwa hendaknya setiap manusia
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+