Setiap Nafas adalah Umur Baru bagi Manusia, Yuk Optimalkan

 
Setiap Nafas adalah Umur Baru bagi Manusia, Yuk Optimalkan

LADUNI.ID, Jakarta -  Mau tidak mau, disadari atau tidak, satu detik ke depan, satu nafas ke depan, termasuk satu huruf dalam tulisan, semua tidak diketahui masihkah akan kita temukan dalam kondisi sehat, normal dan sentosa sebagaimana kondisi sekarang.

Berkaitan hal ini dalam firman suci Tuhan telah mengisyaratkan:

إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُولَٰئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا (النساء: ١٧)

"The repentance accepted by Allah is only for those who do wrong in ignorance [or carelessness] and then repent soon after. It is those to whom Allah will turn in forgiveness, and Allah is ever Knowing and Wise." (An-Nisa' [4]: 17).

Selain menunjukkan bahwa tobat yang akan diterima oleh Allah hanyalah dari orang-orang yang bersegera tobatnya dalam waktu dekat sebelum nyawa sampai ke kerongkongan, frasa ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ juga mengandung isyarat bahwa hendaknya setiap manusia selalu memperbarui tobatnya setiap saat. Sebab, jarak antara setiap waktu yang dilaluinya dengan ajal kematiannya sangat dekat. Bahkan setiap nafas adalah umur baru bagi manusia.

Dalam konteks ini Sayyidina Umar bin al-Khattab Ra meneladankan:

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN

 

 

Tags