Wisata Religi dan Bertafakkur di Makam KH Anwar Musaddad Garut

Memperoleh Donasi Sebesar : Rp 0. Donasi Sekarang
 
Wisata Religi dan Bertafakkur di Makam KH Anwar Musaddad Garut

Sekilas Sejarah
KH Anwar Musaddad beliau adalah ulama Nahdlatul Ulama berasal dari Garut Jawa Barat. KH Anwar Musaddad merupakan pendiri pondok pesantren Al-Musaddadiyah Garut yang berlokasi di Komplek Al-Musaddadiyah Jayaraga Tarogong Kidul Garut, berdiri pada tahun 1990. Selain itu beliau juga rektor pertama IAIN (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung.

KH Anwar Musaddad adalah ulama besar kelahiran di Garut pada tanggal 03 April 1910, riwayat pendidikan sekolah masuk HIS (setingkat SD) Kristen karena sebagai pribumi yang bukan anak pegawai negeri (ambtenar) dan bukan dari kalangan bangsawan (menak), ia tidak dapat masuk HIS Negeri. Kemudian masuk MULO (setingkat SMP) di Kristelijk di Garut, dan AMS (setingkat SMA) Kristelijk di Sukabumi.  

Setelah menamatkan sekolah menengah, ia kemudian belajar di Pesantren Darussalam Wanaraja, Garut, selama dua tahun. Pada tahun 1930, beliau menuntut ilmu ke Mekkah selama 11 tahun di Madrasah Al-Falah. Pesantren Cipari, tempat Anwar Musaddad menuntut ilmu sebelum berangkat ke Mekkah, adalah sebuah pesantren multifungsi. Selain mendidik para santri menyelami ilmu-ilmu agama Islam, untuk mencapai taraf tafaquh fiddin (ahli agama), juga menggembleng para santri untuk mencintai tanah air dan siap melawan penjajah. 

Jasa-jasa Beliau
Pada masa revolusi kemerdekaan (1945-1949), bersama KH Yusuf Taujiri dan KH Mustofa Kamil, ia memimpin pasukan Hizbullah, melawan agresi Belanda yang ingin kembali menjajah RI. Sempat ditangkap Belanda (1948) dan mendekam di penjara. Baru dibebaskan setelah pengakuan kedaulatan (1950).   

Dalam Dies Natalis IAIN Al-Jami’ah ke-5 ia menyampaikan pidato berjudul Peranan Agama dalam Menyelesaikan Revolusi. Kemudian di tahun 1967, ia ditugaskan merintis IAIN Sunan Gunung Djati Bandung. Ia kemudian menjadi rektor pertamanya hingga tahun 1974. Di bidang politik, Anwar Musaddad menjadi anggota parlemen (DPR) dari Partai Nahdlatul Ulama (NU) hasil pemilihan umum tahun 1955. Menjadi anggota DPR-GR 1960-1971. Kiprahnya di NU ia pernah menjadi Wakil Rais ‘Am PBNU pada Muktamar NU di Semarang (1980). 

Sejak tahun 1976, Anwar Musaddad tinggal di Garut dengan mendirikan Pesantren Al-Musaddadiyah yang mengelola pendidikan tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Lokasi Makam
Kiai Anwar Musaddad wafat pada tanggal 21 Juli 2000 bertepatan dengan 19 Rabiutsani 1422 dalam usia 91 tahun dan dimakamkan di komplek pemakaman keluarga Pondok Pesantren Musaddadiyah, Garut Jawa Barat.