Biografi Gus Muwafiq (KH. Ahmad Muwafiq)

 
Biografi Gus Muwafiq (KH. Ahmad Muwafiq)

Daftar Isi Profil Gus Muwafiq (KH. Ahmad Muwafiq)

  1. Kelahiran
  2. Pendidikan
  3. Menjadi Asisten Presiden Ke-4
  4. Pendakwah
  5. Sosok Budayawan NU
  6. Karier
  7. Karya
  8. Channel

Kelahiran

KH. Ahmad Muwafiq atau yang kerap dipanggil dengan sapaan Gus Muwafiq atau Cak Afiq lahir pada 2 Maret 1974 di pedalaman daerah Lamongan.

Saat ini Gus Muwafiq menetap di Yogyakarta, dan mengasuh salah satu pondok pesantren di daerah Sleman, Yogyakarta. Meskipun jadwal pengajian yang harus dihadiri sangat padat, namun Gus Muwafiq tetap berusaha mengasuh santri-santrinya dalam konteks kehidupan pesantren.

Pendidikan

Gus Muwafiq memulai pendidikannya dengan belajar sekolah dasar di di kampungnya, daerah Lamongan. Setelah selesai sekolah dasar, beliau melanjutkan pendidikannya dengan sekolah menengahnya di Pesantren Bungah Gresik.

Kemudian melanjutkannya lagi ke tingkat Aliyah, dengan belajar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang, Semasa belajar di Jombang, Gus Muwafiq sudah dikenal kritis dan pandai berorasi.

Selama di Bahrul Ulum, beliau pernah menjadi ketua kelas selama satu periode di Bahrul Ulum. Prestasi itu ditambah kedudukannya sebagai putra kiai-thariqoh di Pantura, tidak membuatnya angkuh, sombong dan dumeh, tetapi pembawaannya tetap kalem dan santun.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Bahrul Ulum 1992, Gus Muwafiq sempat melanjutkan ke Pesantren Tebuireng Jombang, lalu pindah ke Pondok Pesantren Paiton Probolinggo, kemudian lanjut lagi belajar ke Pesantren Lirboyo Kediri.

Pada tahun 1994, beliau melanjutkan pendidikannya kembali dengan belajar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga, jurusan Dakwah Islamiyah. Di Kampus putih, beliau menjadi aktivis, terutama di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Puncaknya, beliau pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Mahasiswa Islam se-Asia Tenggara.

Sambil menjadi aktivis kampus ini, Gus Muwafiq menjadi santri kelana, dengan sowan dari kiai ke kiai. Termasuk beliau juga mendalami ilmu kanuragan (beladiri) dan sejarah Kebudayaan Nusantara.

Dalam mendalami kedua ilmu tersebut, Gus Muwafiq berguru kepada KH. Agus Maksum Jauhari Lirboyo alias Gus Maksum dan pada KH. Hasyim Wahid (Gus Im), Jombang, Cucu Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy'ari.

Baca juga: Resep dari Gus Muwafiq Agar Menjadi Santri Sakti Masa Kini

Menjadi Asisten Presiden Ke-4

Saat KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), terpilih sebagai Presiden RI, Gus Muwafiq diangkat menjadi asisten pribadinya. Melalui Gus Dur inilah, beliau mengaku banyak belajar baik agama, kebudayaan maupun teori sosial.

Dan, konon, ketika Gus Dur akan dilengserkan pada Mei 2001, beliau di depan pasukan berani mati, sendirian mengangkat mobil PANSER milik TNI dengan tangan kirinya. Peristiwa itu kemudian diabadikan oleh wartawan dan menjadi headline di Kompas.

Gus Muwafiq memiliki ciri khas bersuara lantang dan berambut gondrong. Soal rambutnya yang gondrong, dalam salah satu wawancara dengan media, ia menceritakan bahwa sudah sejak kecil membiarkan rambutnya gondrong. Dia bilang kalau rambutnya dipotong pendek sering meriang, alias jatuh sakit. Ciri lain, Gus Muwafiq adalah selalu mengenakan kaos oblong putih dengan bawahan sarung.

Baca juga: Mimpi Gusdur Tentang Gus Muwafiq yang Menjadi Kenyataan

Pendakwah

Dalam pengajiannya, Gus Muwafiq sering membahas isu-isu terbaru dan memberikan penjelasan secara rinci yang mudah diterima. Beliau, juga dikenal sebagai kiai dengan pemahaman sejarah yang sangat mendalam, mulai sejarah peradaban manusia secara umum, sejarah Agama Islam pada masa kenabian, hingga sejarah Nusantara. Begitu pun sejarah agama Islam di Indonesia, mulai awal perkembangan hingga saat ini. Beliau dapat menjelaskan dengan jelas dan mudah dipahami tentang setiap maksud dan makna filosofis dari setiap ajaran dan anjuran para wali/kiai tentang khas dakwah di Nusantara.

Menurutnya, peradaban Islam tidak hanya berlangsung di jazirah Arab, Persia, dan Turki, tapi Nusantara juga salah satu kawasan berkembangnya Islam di tengah kemajemukan tradisi dan budaya sehingga banyak mewujudkan peradaban, baik peradaban laku, pemikiran, ide, gagasan, dan bangunan-bangunan khas berupa artefak, kitab, manuskrip, dan benda-benda arkeologi.

Baca juga: Keluarga PP Lirboyo Kediri Minta Gus Muwafiq Tetap Semangat Berdakwah

Selain hal diatas, beliau dikenal dengan pendakwah Islam yang teduh, santun, inspiratif dan kaya akan makna. Bahkan beberapa non muslim mengaku senang mendengarkan ceramahnya. Hal itu bisa ditelusur dalam kolom komentar di Youtube. Jadi, tidak ragu, jika kaum melenia jika ingin ngaji online via Youtube, salah satu rekomendasinya adalah ceramah “Gus Muwafiq”, karena yang dibahas sangat luas, selain islam sebagai syariat, juga sebagai tradisi, budaya dan peradaban, dan yang dibahas pelbagai tema dan persoalan mutakhir.

Kelebihannya yang lain, beliau adalah dai yang sangat humoris dan tidak kaku. Karena itu, meski materi yang disampaikannya berat, seperti sejarah dinasti-dinasti yang saling terkait, tetap saja terasa ringan dan renyah, maka tidak heran, jika jamaah betah berlama-lama menyimak pengajiannya (entah online maupun offline), tak bosan karena pembawaannya yang kocak dan penuh dengan humor. Humor memang menjadi penting dalam suatu ceramah karena membuat audian/jamaah tidak ngantuk, tidak jenuh dan menjadikan otak kembali fresh.

Sosok Budayawan NU

Gus Muwafiq adalah budayawan dan sejarawan muslim yang mumpuni berasal dari kultur Nahdliyin. Selain itu, ia juga sosok Kiai yang memiliki pemikiran visioner membangun NU dikelas akar rumput dengan berbasis kultural. Jadi pantaslah kalau ia dikatakan salah satu aset berharga NU.

Karier

Gus Muwafiq adalah sosok kiai muda yang sering mengisi seminar di berbagai acara, mulai dari lingkungan pesantren, akademisi, dan kenegaraan. Worksop pesantren seperti kurikulum pesantren hingga Sarasehan dan Pangkaderan berbagai tingkatan di organisasi NU pernah diisinya. Seminar di kampus keagamaan seperti STAIN, IAIN, hingga UIN. Bahkan juga pernah mengisi di Istana Negara, Gedung DPR dalam rangka maulid Nabi dan Peringatan Keagaaman lainnya.

Karya

Selain ceramah, Gus Muwafiq juga menulis, salah satu karya tulis Gus Muwafiq yang perlu dibaca dan menarik adalah buku barunya, Islam Rahmatan lil-alamin (MedPres, 2019). Buku yang dikarang Gus Muwafiq ini, merupakan salah satu khazanah tulis yang berupaya memberikan pemahaman keindonesiaan dalam menjalankan prinsip-prinsip agama. Dalam buku setebal 223 halaman, Gus Muwafiq banyak mengulas dan mengungkap wawasan kekinian tentang dunia Islam dan kaitannya dengan perkembangan Islam di Indonesia.

Dari sini kita bisa memahami bahwa prinsip pemahaman Islam yang ingin dibangun Gus Muwafiq ialah spirit Rahmatan lil ‘Alamin. Prinsip ini tidak hanya menjangkau kalangan Muslim, tetapi juga membangun pemahaman bahwa setiap peradaban yang dibangun manusia saling terkait sehingga masyarakat tidak harus bersikap antipati terhadap perbedaan. Bahkan prinsip rahmatan lil ‘alamin bisa berangkat dari kondisi asli suatu bangsa.

Channel