Syekh H. Hanafiah Abbas #2: Sang Ulama Syattariah Aceh Berguru Ke Mekkah Al-Mukarramah

Teungku Abi juga sosok yang menjadi rujukan dalam penetapan hukum. Ketika diadakan acara muzakarah, biasanya Teungku Abi hanya sibuk berzikir. Saat sudah ada keputusan, peserta muzakarah bermusyawarah dengan Teungku Abi untuk meminta pendapat Teungku Abi. Terkadang meraka harus kembali membahas sati persoalan hingga empat kali sehingga baru mendapat persetujuan Teungku Abi.

Syekh H. Hanafiah Abbas #4: Sang Ulama Pemegang Estafet Dayah MUDI Masjid Raya Samalanga

Di masa kepemimpinan Tgk. Abi, tidak banyak perubahan dari segi pembangunan asrama dari masa sebelumnya. Hanya saja jumlah pelajar sedikit bertambah yang dulunya 100 orang putra kini menjadi 150 orang, sedangkan jumlah santriwati kurang lebih berjumlah 50 orang, sama seperti masa sebelumnya saat masih dipimpin oleh Tgk. Syihabuddin bin Idris (Teungku Chiek Samalanga (I))

Syekh H. Hanafiah Abbas #6: Ulama Terkenal Zuhudnya

Ketokohan dan ulama tidak menghalangi Tgk. Abi untuk memegang jabatan di pemerintah dalam hal ini sebagai qadhi. Jabatan qadhi ini wilayahnya

Syekh H. Hanafiah Abbas #5: Sosok Wali yang Benci Kepada Ahli Bughah (Pemberontak)

Dalam hal ini, Teungku Abi menilai pemberontakan kepada pemerintah yang sah tidak dibolehkan dalam agama. Mereka sebenarnya telah lebih dahulu mengusulkan agar Aceh berdiri sendiri, namun ketika keputusan yang diambil adalah bergabung dengan Indonesia, maka taat kepada Pemerintah sudah menjadi bagian dari kewajiaban. 

Syekh H. Hanafiah Abbas #7: Guru Idolanya Abu Abdul Wahab Seulimum

Begitulah kecintaan abu Wahab yang begitu mendalam kepada sosok gurunya Tgk. Abi. Salah satu wasiat Teungku Abi kepada Abu Seulimum