Nuzulul Quran #3: Al-Quran Diturunkan di Luar Bulan Ramadhan, Benarkah?

Nuzulul Quran #3: Al-Quran Diturunkan di Luar Bulan Ramadhan, Benarkah?

LADUNI. ID, SEJARAH-Mereka yang berpendapat bahwa nuzulul al-Quran pada 7 Ramadhan sebagiamana di sebutkan didalam kitab karya Imam az-Zarqani. ( Syarah Zarqani ‘ala Mawahibul Laduniyah jld 1 hal 386)

Tanggal 24 Ramadhan

Pendapat yang mengatakan Nuzulul Al-Quran pada tanggal 24 Ramadhan ini sebagaimana di jelaskan oleh Al-Hafidh Ibnu Hajar al-Asqalani. Beliau  menyebutkan bahwa Al-quran di turunkan pada tanggal 24 Ramadhan,beliau  berpegang  hadist  yang berbunyi:

“Sesungguhnya Nabi SAW berkata : di turunkan kitab Taurat pada 6 Ramadhan, Injil 13 Ramadhan, Zabur 18 Ramadhan dan al-quran 24 Ramadhan. (H.R. Imam Ahmad).
Ibnu Hajar Al-Asqalani  juga menambahkan berdasarkan ulasan tersebut bahwa  Semua ini sesuai dengan firman dalam surat  al-Baqarah 185 dan firman Allah surat al-qadar ayat pertama. Maka kemungkinan bahwa malam lailatul qadar pada tahun tersebut tepat pada malam tersebut (24 Ramadhan) maka Allah turunkan al-quran pada malam tersebut secara menyeluruh ke langit dunia kemudian di turunkan ke bumi awal surat iqra’ pada hari ke 24.

Pendapat di atas juga di dukung oleh Syekh Ibnu Hajar al-Haitami saat di tanyakan kapan al-Quran di turunkan beliau menjawabnya pada 24 Ramadhan. Bahkan Imam Zarqani mengatakan bahwa pendapat yang mengatakan Al-Quran di turunkan pada 24 Ramadhan merupakan pendapat yang masyhur di kalangan jumhur ulama. (Al-Hafidh Ibnu Hajar al-Asqalani, Fathul Bari Bi Syarh Shahih Bukhari: IX: 6, kitab Fatawa Haditsiyah, Imam Ibnu Hajar al-Haitami: 238, Imam az-Zarqani, kitab Syarah Zarqani ‘ala Mawahibul Laduniyah; I: 386)

Turun di Luar Ramadhan

 

Sebagian ulama juga berpandangan bahwa peristiwa Nuzulul Al-Quran itu terjadi di luar bulan Ramadhan, tepatnya pada bulan Rabiul Awwal tanggal 8 dan ada pula yang menyebutkan pada tanggal 18 Rabiul Awal.

Ada juga pendapat lainnya mengatakannya pada tanggal 17 dan  27 bulan Rajab serta masih banyak pendapat lainnya. dalam hal ini Syekh  Ibnu Hajar al-Asqalani mengemukakan bahwa terdapat lebih kurang 40 pendapat ulama mengenai kapan Nuzulul Qur’an tersebut. Sebagaimana di sebutkan di dalam kitab Fath al-Bari

Al-Quran sebagai dasar hukum utama umat muslim hendaknya kita di bulan Ramadhan di samping mempelajari dan mengamalkan isi dan kandungan Al-Quran juga memperbanyak membacanya. Kita harus merasa dengan baginda nabi yang sangat rajin membaca Al-Quran walaupun beliau sudah di jamin surga dan sosok yang maksum.

Fenomena  baginda Rasulullah Saw sendiri orang yang  sangat giat membaca al-Quran di bulan Ramadhan sebagaimana di gambarkan dalam sebuah hadist diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas radiyallahu anhuma, ia berkata: “Nabi shallallahu alaihi wasallam adalah orang yang amat dermawan, dan beliau lebih dermawan pada bulan Ramadhan, saat beliau ditemui Jibril untuk membacakan padanya Al-Qur’an.

Jibril menemui beliau setiap malam pada bulan Ramadhan, lalu membacakan padanya Al-Qur’an. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika ditemui jibril lebih dermawan dalam kebaikan daripada angin yang berhembus.” Hadist diatas meununjukkan kepada kita untuk memperbanyak membaca al-quran terlebih di bulan Ramadhan ini.

Beranjak dari itu mari kita perbanyak membaca Al-Quran sebagai dasar hukum utama umat muslim hendaknya kita di bulan Ramadhan di samping mempelajari dan mengamalkan isi dan kandungan Al-Quran juga memperbanyak membacanya meraih mardhatillah.

***Helmi Abu Bakar Ellangkawi, Guru Dayah MUDI Samalanga