Haul Sultan Agung Keraton Solo Diisi dengan Tahlil

Haul Sultan Agung Keraton Solo Diisi dengan Tahlil

LADUNI.ID, Jakarta - Pengasuh Pesantren Madinah Al Munawaroh, Ustaz Yahya Al Mutawakin, menyambut baik adanya peringatan haul Kanjeng Sultan Agung Hanyokrokusumo yang diselenggarakan di Masjid Agung Solo, Jawa Tengah, Kamis (8/8) lalu.

Acara peringatan haul yang pertama ini dilaksanakan dengan pembacaan tahlil yang digelar oleh Putra-putri Sinuhun Paku Buwono XII beserta sentono dan abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta. Acara dipimpin langsung oleh putri Sinuhun PB XII, GKR Wandansari Koesmortiah.

“Beliau adalah sosok yang memiliki kepribadian yang mulia, akhlak yang baik, dan memiliki sebuah semangat yang bermanfaat untuk negara ini, mudah-mudahan Bangsa kita selalu di ridhoi oleh Allah,” terang Ustadz Yahya Al Mutawakin, ketika menyampaikan ceramah usai tahlil tersebut.

Seperti yang pada umumnya dilakukan dalam tahlilan, acara yang diikuti ratusan kerabat serta abdi dalem keraton itu juga diawali dengan pembacaan Surat Yasin. Kemudian dilanjutkan pembacaan doa untuk Kanjeng Sultan Agung.

"Tahlilan Kanjeng Sultan Agung ini memang baru pertama kali digelar. Sengaja dipilih malam Jumat legi sebagaimana waktu meninggalnya Kanjeng Sultan Agung. Ini juga sebagai pembuka menuju acar haul yang akan kami laksanakan tahun ini untuk kali pertama juga," tuturnya.

Hal itu dirasa perlu karena dia merasa saat ini masyarakat, khususnya keturunan Sultan Agung lupa cikal bakal pembentukan Negara Republik Indonesia, lupa kepada leluhur hingga lupa pada adat istiadat.

"Mereka lupa leluhurnya orang Jawa punya budaya Jawa, punya masyarakat, punya bahasa, punya huruf Jawa. Ini yang perlu diingatkan kembali," terangnya.

Dalam acara tahlilan tersebut, juga dilantunkan tembang Jawa yang dinyanyikan oleh abdi dalem yang diiringi perangkat gamelan, kendang dan rebana makin membuat suasana tahlilan semakib syahdu. Para sentono maupun abdi dalem sendiri seluruhnya mengenakan baju adat jawa dan kebaya.

"Semua sentono, abdi dalem dan pokoso diharapkan bisa hadir dalam Haul Kanjeng Sultan Agung ini. Agar mereka ingat asal-usul dan leluhur mereka," ujar Gusti Moeng.

Dia menambahkan dalam haul tersebut nantinya akan diikuti seluruh keturunan Sultan Agung. Diharapkan moment tersebut menjadi sarana mengumpulkan trah mataram yang tersebar di seluruh penjuru dunia.

(Sumber: akurat.co)