Memahami Majaz "Anggota Badan" (Menjawab Syubhat Kaum Mujassimah)

Memahami Majaz

LADUNI.ID - Majas "anggota badan" tak harus diaplikasikan pada sesuatu yang punya anggota badan. .Mungkin banyak pembaca yang bingung dengan judul ini. Saya jelaskan secara ringkas maksudnya. Ini tentang syubhat sebagian orang yang menjisimkan Allah.

Ada tokoh mereka yang mengatakan bahwa kata "tangan" memang punya arti lain selain sebagai organ atau anggota badan. Misalnya ungkapan majas "Tangan terbuka" artinya dermawan. Ini mereka akui benar dan mereka mengakui bahwa ada majas dalam al-Qur'an. Namun ada mujassim yang berkilah bahwa ungkapan "tangan terbuka" itu memang hanya dipakai pada sesuatu yang punya tangan secara hakikat. Kalau tak punya tangan sama sekali, maka tak bisa memakai ungkapan itu. Ujungnya, mereka mau mengatakan bahwa Allah punya tangan dalam arti organ tubuh dari bahu hingga jari itu (biasanya diucapkan dengan redaksi "tangan secara hakikat").

Meski sepintas benar, tapi pernyataan di atas salah sebab majas tak harus demikian. Dalam bahasa Indonesia, dikenal ungkapan majas "nyiur melambai", itu adalah personifikasi pada puhon kelapa seolah punya tangan yang melambai. Tapi semua tahu pohon kelapa tak punya tangan sama sekali.

Contoh lain dalam al-Qur'an adalah ayat al-Kahfi: 77 di mana Allah berfirman:
جِدَارًا يُرِيدُ أَنْ يَنْقَضَّ 
"Tembok yang hendak roboh"

Semua tahu bahwa maksudnya adalah tembok miring yang hampir roboh. Tapi apakah kata "hendak roboh" bisa disimpulkan bahwa tembok punya otak atau jiwa untuk berkehendak? Tentu tidak.

Yang namanya personifikasi berlaku untuk apa pun untuk digambarkan seolah manusia agar lebih mudah dipahami, tapi bukan berarti yang digambarkan itu harus punya organ sebagaimana manusia punya organ. Demikian juga majas personifikasi pada Tuhan sebagaimana dipakai dalam al-Qur'an dan hadis.

Semoga bermanfaat.

Oleh: Abdul Wahab AHmad