Hukum Bepergian bagi Laki-laki Baligh di Hari Jumat

 
Hukum Bepergian bagi Laki-laki Baligh di Hari Jumat
Sumber Gambar: pinterest

 

Laduni.ID, Jakarta – Islam memberikan kemudahan (rukhsah) bagi seorang musafir dalam menjalankan ibadah. Seseorang yang sedang melakukan perjalanan diperbolehkan menjamak dan mengqasar shalat apabila memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan syariat. Namun demikian, kemudahan tersebut tidak serta-merta berlaku dalam setiap keadaan. Salah satu persoalan yang banyak ditanyakan adalah hukum bepergian pada hari Jumat bagi seseorang yang telah memenuhi syarat wajib melaksanakan Shalat Jumat.

Dalam fikih mazhab Syafi'i, hukum safar pada hari Jumat memiliki rincian tersendiri. Pada dasarnya, seseorang yang telah terkena kewajiban Shalat Jumat tidak diperkenankan melakukan perjalanan apabila safar tersebut menyebabkan dirinya meninggalkan kewajiban Jumat tanpa alasan yang dibenarkan syariat. Larangan ini merupakan bentuk penjagaan terhadap salah satu syiar terbesar dalam Islam, yaitu pelaksanaan Shalat Jumat secara berjamaah.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN