Pengertian Yatim dan Piatu Menurut Agama

Pengertian Yatim dan Piatu Menurut Agama

LADUNI.ID, Jakarta - Pengertian yatim dalam syariah tak jauh beda dengan makna secara bahasa, yaitu seseorang yang ditinggal wafat bapaknya dan belum baligh. Imam as-Syairazi as-Syafi’i (w. 476 H) menyebutkan,

اليتيم هو الذي لا أب له وليس لبالغ فيه حق لأنه لا يسمى بعد البلوغ يتيماً

Yatim adalah seorang yang tak punya bapak sedang dia belum baligh. Setelah baligh maka orang itu tak disebut yatim. (Abu Ishaq as-Syairazi w. 476 H, al-Muhaddzab, h. 3/ 301)

Jadi menurut istilah syara’ yang dimaksud dengan anak yatim adalah anak yang ditinggal mati oleh ayahnya sebelum dia baligh. Batas seorang anak disebut yatim adalah ketika anak tersebut telah baligh dan dewasa, berdasarkan sebuah hadits yang menceritakan bahwa Ibnu Abbas ra. pernah menerima surat dari Najdah bin Amir yang berisi beberapa pertanyaan, salah satunya tentang batasan seorang disebut yatim, Ibnu Abbas menjawab:

وكتبت تسألنى عن اليتيم متى ينقطع عنه اسم اليتم ، وإنه لا ينقطع عنه اسم اليتم حتى يبلغ ويؤنس منه رشد
( رواه مسلم )

"Dan kamu bertanya kepada saya tentang anak yatim, kapan terputus predikat yatim itu, sesungguhnya predikat itu putus bila ia sudah baligh dan menjadi dewasa." (HR. Muslim)

Sedangkan kata piatu bukan berasal dari bahasa arab, kata ini dalam bahasa Indonesia dinisbatkan kepada anak yang ditinggal mati oleh Ibunya, dan anak yatim-piatu anak yang ditinggal mati oleh kedua orang tuanya.

Imam as-Sarakhsi al-Hanafi (w. 483 H) menyebutkan:

فإذا احتلم يخرج من اليتم

Ketika seseorang itu sudah ihtilam (bermimpi basah), maka telah keluar dari sifat yatim (as-Sarakhsi al-Hanafi w. 483 H, al-Mabsuth, h. 10/ 30)

Hal itu didasari dari sebuah hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam,

قوله صلى الله عليه وسلم: "لا يتم بعد الحلم" رواه أبو داود

"Tidak disebut yatim orang yang telah hulm/ baligh." (HR. Abu Daud)

Disebut baligh

Kapan disebut seorang itu baligh? Para ulama membahasnya dengan memberikan beberapa tanda, diantaranya:

1. Keluar mani, baik melalui mimpi atau lainnya.
2. Haidh atau hamil bagi perempuan.
3. Tumbuh bulu kemaluannya.
4. Usia 15 bagi laki-laki dan 9 bagi perempuan dengan tahun qamariyah, sebagai batas minimal.

Wallahu 'alam....

======================