DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Bulan suci Ramadan telah usai, sekarang kita memasuki bulan Syawal. Pasca bulan Ramadan yang memiliki banyak sekali keutamaan, toh memang ia akan berlalu.
Salah satu pujian yang dilantunkan ketika pelaksanaan maulid Rasulullah SAW adalah Maulid Ad-Diba'i atau yang lebih populer dengan nama Maulid Diba'. Maulid Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani perjalanan Rasulullah SAW sekaligus bershalawat kepadanya.
Dalam kesadaran bahwa begitu banyak dosa dan kesalahan telah kita perbuat, tentu kita sangat berharap dapat kembali menikmati Ramadhan yang akan datang. Oleh karena itu, kita perlu mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya agar ibadah kita lebih maksimal dan penuh keberkahan.
Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quds dalam kitab Kanzun Najah was Surur fil Ad’iyah allati Tasyrohus Shudur menyebutkan bahwa selain memperbanyak bacaan istighfar pada umumnya, kita juga sangat dianjurkan untuk membaca Sayyidul Istighfar, sebagaimana kalimat yang dibaca oleh Rasulullah SAW.
Puasa sehari di awal bulan Rajab, sama dengan puasa satu bulan di selain bulan Rajab. Dan disunnahkan pada hari Kamis (malam jumat) di awal bulan Rajab untuk melaksanakan shalat 12 rakaat yang tiap dua rakat diakhiri dengan satu salam.
“Barangsiapa membaca Surat Yasin pada malam hari karena mengharap ridho Allah, maka akan diampuni dosanya.” (HR. Ad-Darimi)
Jadi, kesimpulannya adalah bahwa membaca Surat Yasin untuk orang yang akan wafat atau sesudahnya adalah masalah ijtihad. Dalil Hadisnya menjadi khilafiyah para ulama. Namun ada juga yang mengamalkan karena telah dilakukan oleh sebagian Sahabat Nabi Muhammad SAW.
Salah satu shalawat yang sering dilantunkan dalam berbagai acara Nahdlatul Ulama (NU) adalah Shalawat Nahdliyah. Shalawat ini merupakan karya KH. Hasan Abdul Wafi, seorang ulama yang dikenal sebagai salah satu pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo, Jawa Timur.
KH. Abdul Hamid Pasuruan masyhur dikenal oleh banyak orang sebagai seorang waliyullah. Sebagai sosok yang dekat kepada Allah, maka tidak sedikit orang yang sowan dan mengambil berkah darinya.
Maulid Nabi SAW adalah salah satu ajang yang sangat sakral untuk mengembalikan jati diri kita sebagai hamba Allah dan sebagai umat Baginda Nabi SAW. Oleh karena itu, seyogyanya kita bisa memperhatikan dengan seksama arti atau makna yang terkandung di dalam pembacaan Maulid Nabi SAW.