Kaifiyat Shalat

  1. Hadis:

    إِذَا أَرَدْتَ أَنْ تُصَلِّيَ فَأَحْسِنْ وُضُوْءَكَ ثُمَّ اسْتَقْبِلِ الْقِبْلَةَ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ثُمَّ ارْفَعْ فَإِذَا أَتْمَمْتَ عَلَى هَذَا صَلَاتَكَ فَقَدْ أَتْمَمْتَ وَمَا نَقَصْتَ مِنْ هَذَا فَإنَّمَا تَنْقُصُهُ مِنْ نَفْسِكَ

    Artinya:
    "Jika kamu ingin melakukan shalat, baguskanlah wudhumu, kemudian menghadaplah ke arah kiblat dan bertakbirlah. kemudian rukuklah kamu sampai kamu tenang dalam rukuk. kemudian bangkitlah berdiri sampai kamu tegak berdiri. kemudian sujudlah kamu sampai kamu tenang dalam sujud.

    kemudian bangkitlah duduk sampai kamu tenang dalam duduk. kemudian bangkitlah. Jika kamu sudah menyempurnakan shalatmu seperti ini maka kamu telah menyempurnakan shalat kamu (satu raka’at). dan apa yang engkau kurangi Dari ketentuan ini, maka sesungguhnya engkau sendiri yang menguranginya."

    Asbabul Wurud:
    Sebab Nabi bersabda demikian, sebagaimana dinyatakan dalam "Al-Jami’ul Kabir" Dari Rifa’ah, ia berkata: "saat kami duduk-duduk bersama Nabi, masuklah seorang laki-laki kemudian ia shalat dengan santai. rukuk-sujudnya tidak sempurna dan Rasulullah SAW memperhati­kannya namun orang itu tidak merasa. Ketika telah selesai shalat, ia mengucapkan salam kepada Nabi. Namun kata Nabi: "Ulangi, engkau belum shalat. Orang tersebut mengulangi shalatnya sampai tiga kali tetapi Rasulullah SAW selalu berkata: "Ulangi, engkau belum shalat." Orang tersebut bertanya: "Bagaimana ya Rasulullah SAW, demi Allah yang telah menurunkan Al Kitab kepadamu, engkau telah bersungguh- sungguh mengajariku." Bersabdalah Rasulullah SAW: "Jika kamu ingin shalat??., dan seterusnya.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN