Asbabun Nuzul Surat Al-Ahzab Ayat 37

Rumah tangga Zainab binti Jah}sy dengan Zaid bin H{a>ris\ah berjalan kurang harmonis. Ketika sang suami mengadukan hal tersebut kepada Nabi, beliau memintanya untuk tetap mempertahankan rumah tangganya. Ayat di atas turun berkaitan dengan peristiwa ini.

  1. عَنْ أَنَسٍ، قَالَ جَاءَ زَيْدُ بْنُ حَارِثَةَ يَشْكُوْ فَجَعَلَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ:‏ اتَّقِ اللَّهَ، وَأَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ‏‏.‏ قَالَتْ عَائِشَةُ لَوْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَاتِمًا شَيْئًا لَكَتَمَ هَذِهِ‏.‏ قَالَ فَكَانَتْ زَيْنَبُ تَفْخَرُ عَلَى أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم تَقُولُ زَوَّجَكُنَّ أَهَالِيكُنَّ، وَزَوَّجَنِي اللَّهُ تَعَالَى مِنْ فَوْقِ سَبْعِ سَمَوَاتٍ‏. (1)

    Anas (bin Ma>lik) berkata, “Suatu hari Zaid bin H{a>ris\ah mengadukan (persoalan rumah tangganya dengan Zainab binti Jah}sy) kepada Nabi s}allalla>hu ‘alaihi wasallam. Beliau lalu menasihatinya, ‘Bertakwalah kepada Allah. Pertahankanlah rumah tanggamu dan jangan kauceraikan istrimu.’ Andaikata Rasulullah mau menyembunyikan wahyu pasti ayat inilah yang akan beliau sembunyikan. Zainab merasa bangga dan lebih mulia dibanding istri-istri Nabi yang lain. Ia berkata, ‘Kalian dinikahkan oleh keluarga kalian, sedangkan aku dinikahkan oleh Allah (dengan firman yang diturunkan) dari atas tujuh langit.’”

    Sumber artikel:
    Buku Asbabul Nuzul: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur'an
    Buku disusun oleh Muchlis M. Hanafi (ed.)
    Buku diterbitkan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama RI, 2017


    (1) Diriwayatkan oleh al-Bukha>riy, S{ah}i>h}} al-Bukha>riy, dalam Kita>b at-Tauh}i>d, Ba>b wa Ka>na ‘Arsyuhu> ‘ala> al-Ma>’, hlm. 1831, hadis nomor 7420.

    (2) Pada akhirnya Zaid tidak dapat menjalankan arahan Rasulullah. Ia tetap menceraikan Zainab karena merasa tidak nyaman dengan perlakuan istrinya itu kepada dirinya. Selama menikah dengan Zaid, Zainab kurang dapat bersikap sopan kepada sang suami. Hal ini bisa jadi karena pada dasarnya Zainab memang tidak ingin menikah dengan Zaid, melainkan dengan Nabi. Setelah keduanya bercerai, Allah dengan kebijaksanaan-Nya meminta Nabi menikahi Zainab. Tujuannya jelas, yakni menerangkan kehalalan menikahi mantan istri anak angkat (sebab nasab anak angkat tetap dinisbatkan kepada orang tua aslinya).