Asbabun Nuzul Surat Ali Imran Ayat 128

Nabi sedih dan merasa kurang berhasil dalam menyampaikan dakwah kepada manusia. Allah menurunkan ayat ini untuk menghibur Nabi dan menegaskan bahwa hidayah dan taufik datang dari Allah. Manusia, meski seorang nabi, tidak akan mampu memberi hidayah tanpa izin-Nya.

  1. عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ الله عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُسِرَتْ رَبَاعِيَتُهُ يَوْمَ أُحُدٍ وَشُجَّ فِي رَأْسِهِ فَجَعَلَ يَسْلُتُ الدَّمَ عَنْهُ وَيَقُولُ: كَيْفَ يُفْلِحُ قَوْمٌ شَجُّوا نَبِيَّهُمْ وَكَسَرُوا رَبَاعِيَتَهُ وَهُوَ يَدْعُوهُمْ إِلَى اللَّهِ؟‏ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: ‏(لَيْسَ لَكَ مِنَ الأَمْرِ شَىْءٌ). (1)

    Anas (bin Ma>lik) rad}iyalla>hu 'anhu mengisahkan bahwa Rasulullah s}allalla>hu ‘alaihi wasallam terluka pada Perang Uhud; gigi serinya tanggal dan kulit kepalanya tersayat. Sambil mengusap darah yang mengalir dari luka itu beliau berkata, “Bagaimana mungkin kaum yang melukai nabi mereka dan membuat gigi serinya tanggal akan beruntung, padahal ia menuntun mereka menuju Allah?” Allah ‘azza wajalla lantas menurunkan firman-Nya, laisa laka minal-amri syai’un.

    Sumber artikel:
    Buku Asbabul Nuzul: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur'an
    Buku disusun oleh Muchlis M. Hanafi (ed.)
    Buku diterbitkan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama RI, 2017


    (1) Diriwayatkan oleh Muslim, S{ah}i>h}} Muslim, dalam Kita>b al-Jiha>d, Ba>b Gazwah Uh}ud, juz 3, hlm. 1415, hadis nomor 1791. Menurut al-Mazi>niy, dilihat dari kesahihan sanad, keterangan turunnya ayat dan pembatasan pada Perang Uhud, keselarasannya dengan ayat, dan kesesuaiannya dengan keadaan Rasulullah, riwayat ini merupakan sebab nuzul ayat di atas. Lihat: al-Mazi>niy, al-Muh}arrar, juz. 1, hlm. 324