DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Keberadaan pesantren-pesantren tersebut menjadi bukti bahwa dunia pesantren tetap menjadi tempat pendidikan yang dipercaya masyarakat hingga hari ini.Para pengamat pendidikan Islam menyarankan masyarakat untuk lebih selektif dan objektif dalam memilih pesantren.
Ceramah Dr. KH. A. Musta'in Syafi'i kali ini bukan sekadar tausiyah biasa, melainkan sebuah kritik sosial yang tajam, pembongkaran pemahaman keagamaan yang keliru, sekaligus resep spiritual yang aplikatif.
Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan pesantren di Indonesia. Seorang santri dari Pondok Pesantren Miftahulhuda Al Musri’, Luthfi Muhammad Fikri Al Zawad, berhasil mencatatkan prestasi internasional dengan terpilih sebagai Google Student Ambassador 2026.
Para pengasuh muda pondok pesantren dari wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten berkumpul dalam acara bertajuk Janten Rahayu, yang digelar pada Ahad, 27/7/2025 di Pondok Pesantren Al-Tsaqafah, Jakarta Selatan.
Ceramah Kyai Musta'in menyoroti visi Hadratus Syekh yang melampaui zamannya, baik dalam membangun kemandirian ekonomi umat maupun dalam mencetak kader santri yang berkarakter dan membawa keberkahan.
Pesantren Tebuireng akan mengadakan Festival Pesantren Tebuireng 2024 pada Rabu sampai Sabtu 1-4 Mei 2024 di Pesantren Tebuireng, Jombang. Acara ini menjadi momen bersejarah yang dinantikan oleh para santri dan alumni dari berbagai penjuru Tanah Air.
Mustasyar Yayasan Islam Al-Hamidiyah, Dr. (H.C.) H. Lukman Hakim Saifuddin menuturkan dalam sambutannya, bahwa haul merupakan peringatan atas wafatnya sosok yang hebat dan kharismatik.
Selasa pagi (9/12/2024) Pesantren Al-Hikam Depok menyelenggarakan Khotmul Qur'an sebagai bentuk tasyakuran harlah pesantren yang ke-13. Acara tersebut diadakan di maqbarah Almarhum Almaghfurlah KH. Hasyim Muzadi, pendiri pesantren.
Silaturrahmi Bani Hadu dan Bani Ruham ini merupakan momentum penting tersambungnya silsilah para kyai, nyai dan pesantren besar di Jawa Timur, mulai dari Banyuwangi sampai pulau Garam Madura.
“Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Demikianlah sebuah pribahasa yang sepertinya tepat menggambarkan sosok kharismatik KH. Achmad Sjaichu,” ujar Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya sebagai Keynote Speaker.