DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Berawal keinginan KH. Fatchur Rohman untuk mendirikan Pondok Pesantren sangat kuat sekali, hal ini dilatar belakangi oleh pesan K. Idris Jamsaren Solo agar sepulang dari Pondok Pesantren beliau mendirikan Pondok Pesantren. Pesan tersebut disampaikan kepada KH. Fatchur Rohman berkali-kali, sehingga tertanam pada jiwa beliau untuk benar-benar mewujudkan apa yang telah diamanatkan oleh sang Kyai.
Pondok Pesantren Ash-Shomadiyah ini berada di Kelurahan Kingking Kecamatan Tuban. Awal mula berdirinya Pondok Pesantren Ash- Shomadiyah Makam Agung ini sekitar tahun 1700-an Masehi oleh SyekhShomadiyah, seorang waliyullah yang berasal dari Morosemo dan makbarohnya ada di belakang masjid Makam Agung Tuban.
Pondok Pesantren Darussalam yang saat ini di bawah naungan Yayasan Darussalam
Sejarah Pondok Pesantren Adnan Al Charish yang berkedudukan di Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro
Pondok pesantren Al Hidayah merupakan salah satu pondok pesantren yang didirikanoleh KH. Khoirul Anam Mu’min SH, MHI yang berasal dari Bojonegoro, JawaTimur. Pada tahun 1997 Pondok pesantren ini didirikan di Desa Sondriyan Desa Majasem Kecamatan Kendal kabupaten Ngawi
Pondok Pesantren Putri Tahfizhil Qur’an Lirboyo didirikan oleh KH. Ahmad Idris Marzuqi dan Nyai Hj. Khodijah Idris pada tahun 1986 M.
Pondok ini merupakan satu-satunya pesantren yang menerapkan sistem pendidikan salaf murni di pusat Kota sampang.
Pondok pesantren Alghazali bermula dari sebuah aktifitas pengajian kitab dan Al-Qur’an yang diasuh langsung oleh KH. Fachruddin Ghazali di sebuah bangunan musholla kecil di Gertenga, yang terletak di sebuah dusun sabreh.
Ki Ageng Wonosobo atau kiai Ngabdullah beliau adalah ulama besar dari Grobogan yang mensiarkan dan mendakwahkan ajaran agama islam yang pada saat itu Wonosobo masih terpengaruh oleh agama Hindu, dengan adanya candi-candi di Dieng di era Mataram kuno.
Sultan Trenggana Pada zaman Sultan Trenggono, Demak mencapai puncak kejayaannya. Hampir seluruh Pulau Jawa menjadi wilayah kekuasannya. Belum lagi kerajaan-kerajaan di luar Jawa seperti Madura, Sumatera dan Kalimantan.