DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Pondok Pesantren Nurut Taqwa didirikan pada tahun 1976 M. Sebelum pesantren ini didirikan oleh KH. Ma’shum Zainullah, sebenarnya sudah ada bangunan masjid sederhana yang kurang terawat.
Pesantren Roudlotus Sholihin berdiri pada tanggal 1 Januari 1963 yang berlokasi di Kampung Purwosari Kecamatan Padangratu Kabupaten Lampung Tengah yang didirikan oleh KH. Muhammad Busthomil Karim.
KH. Abu Dzarrin adalah nama asal beliau sebelum haji. Kemudian setelah haji beliau diberi nama Adnan. Beliau dilahirkan di desa Sukorejo kec. Bojonegoro pada tahun 1894 M.
Pada tahun 1993 M, KH. A. Yasin mendirikan pondok pesantren di Dusun Petuk Desa Puhrubuh Kecamatan Semen Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur yang diberi nama "HIDAYATUT THULLAB."
Ketika masa awal pendirian Nahdlatul Ulama, yakni pada 16 Rajab 1344 H/31 Januari 1926, KH. Saleh Lateng ditunjuk oleh Hadratus Syaikh Kiai Hasyim Asy'ari dan Kiai Wahab Chasbullah menjadi anggota muassis-mukhtasar (formatur) pendirian Nahdlatul Ulama.
Nama Kyai Asy’ari mungkin jarang terdengar oleh masyarakat di luar Jombang, namun dari garis keturunan beliaulah lahir ulama besar seperti Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Pesantren Riyadlul Ma’la Al – Amin ( RIMA ) direncanakan akan selalu berupaya menanggapi kecenderungan masyarakat tersebut
Pesantren Dzikir Al-Fath yang berada di Perum Gading Kencana, Jl. Merbabu, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi yang diresmikan pada tahun 2010. KH. Muhamnmad Fajar Laksana pada mulanya hanya menjadi pemimpin sebuah perkumpulan majlis dzikir pada tahun 1996
Pondok Pesantren Riyadul Huda ini didirikan pada tahun 1992 oleh KH. Jafar Shiddiq bersama istrinya Hj. Ipah Siti Latipah
Kyai Haji Dimyathi dilahirkan pada tahun 1875. di Dusun kauman, desa campurdarat, kecamatan Campurdarat, kabupaten Tulungagung. Beliau adalah putra keenam dari sepuluh orang putra-putri Mbah Zayadi dan ibu Warisah.