DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Yayasan Sadamiyyah adalah yayasan yang dilahirkan dari pondok pesantren berdiri pada tanggal 18 Juli 1998 dibawah asuhan beliau K. Nahrowi, S.Pd.I. Sesuai dengan perkembangannya pada tahun 2000 telah mendirikan TPQ dan RA Al Barokah.
Berdzikir dan berdoa seusai shalat fardhu dengan suara keras atau terdengar adalah sesuatu yang sudah dipraktikkan oleh para sahabat Nabi SAW dan para ulama salaf yang sholeh.
KH. Sufyan Munawar lahir pada tanggal 17 Juli 1917. Dari seorang ayah bernama Rakim Prawirasastra, dan Ibu bernama Arsinah Kesmi.Lahir di tengah-tengah kondisi keluarga yang taat beragama.
KH. Baidlowi Muslich Lahir di desa Parijatah Kulon Srowo Banyuwangi pada tanggal 17- 07- 1944 dari ayah dan ibundanya KH. Muslich Hanafy dan Hj Walijah Thoyib. Putra kelima dari tujuh bersaudara.
Nyai Hj. Nur Khodijah lahir pada 23 Februari tahun 1897 di Tambakberas tepatnya di Pondok Pesantren Bahrul Ulum dari pasangan KH. Hasbullah Said dengan Nyai Lathifah
Perintisan Pondok Pesantren An Nur mengalami proses yang sangat panjang yang dimulai pada tahun 1960 M
KH. Nawawi Abdul Aziz lahir pada 17 Juli 1925 M bertepatan dengan tanggal 25 Dzulhijjah 1343 H, di Desa Tulusrejo Grabag Kutoarjo Purworejo, Jawa Tengah. Beliau merupakan putra dari KH. Abdul Aziz.
Aktivitas “ngopi” sering kali dipandang sebagai rutinitas biasa. Identiknya, aktivitas ini hanya soal secangkir kopi, sedikit obrolan, dan suasana santai. Namun dalam pandangan Gus Baha, kebiasaan sederhana ini justru bisa dinilai memiliki makna spiritual yang dalam. Lebih dari sekadar perkara mubah.
Kita semua harus berusaha menjauhi hal-hal yang tidak penting dan hal-hal yang tidak bermanfaat dari kesibukan urusan duniawi. Demikianlah nasihat Habib Umar yang jika benar-benar diperhatikan, maka hati akan menjadi bersih dan bersinar terang dipenuhi cahaya.
Pondok pesantren Amanatul Ummah yang didirikan oleh Kiai Asep padatahun 1988 bermula dari sang Kiai sendiri yang memiliki inisiatif untuk mendirikan sebuah pondok pesantren