DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.

50rb
100rb
Rp

Artikel

 

Sikap Selayaknya bagi Seorang Penguasa Menurut Pandangan Imam Al-Ghazali

Al-Ghazali menegaskan, bahwa jika seorang penguasa atau pemimpin berlaku adil, dunia akan makmur dan rakyat akan hidup dalam keamanan, sebagaimana yang terjadi pada masa kekuasaan Azdasyir, Afridun, Bahram Gor, dan Kisra Anusyirwan.

Keberanian Menyampaikan Kebenaran kepada Penguasa yang Zalim

“Jihad yang paling utama adalah menyampaikan kalimat yang benar di hadapan penguasa yang zalim.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Jalan Terjal Generasi Bangsa Menuju 2045: Antara Indonesia Emas dan Indonesia Cemas

Pada dasarnya, Indonesia memiliki segala potensi untuk mewujudkan impian menjadi negara maju dan sejahtera pada 2045. Namun, impian ini hanya dapat terwujud jika pemerintah dan seluruh elemen masyarakat bekerja keras mengatasi tantangan yang ada.

Biogafi Drs. KH. Mudrik Qori, M.A., Pengasuh Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya

Drs KH. mudrik Qori, MA lahir pada 14 Agustus 1963, merupakan Putra dari pasangan KH.Ahmad Qori Nuri bin KH. Muhammad Nur bin Naidain bin Wasim bin Tunggal dan Nyai Hj Ghuzlan binti H syarifuddin.

Kritik dan Sikap Tegas Imam Al-Ghazali Soal “Seremoni Memuji” Penguasa

Dalam pembukaan suratnya, yang semestinya berisi pujian kepada Fakhrul Mulk, Imam Al-Ghazali langsung menolak kebiasa seremoni memuji itu. Beliau tegas menulis, "Ketahuilah bahwa gelar-gelar yang memuji, yang biasa diberikan kepada manusia, adalah ciptaan setan dan oleh karena itu seorang Muslim yang saleh tak patut menerimanya."

Kezaliman Itulah yang Menghancurkan

"Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS. Hud: 117)

Tanda-Tanda Orang Berakal dan Ciri-Ciri Orang Bodoh

Akal adalah kompas batin yang mengarahkan manusia untuk bertindak adil, rendah hati, bersegera dalam kebaikan, dan menjaga hubungan dengan Allah. Karenanya agama itu diperuntukkan bagi orang-orang yang berakal.

Klasifikasi Imam As-Suyuthi dalam “Al-Asybah wa An-Nadhair” terkait Sikap Tiga Golongan terhadap Ilmu

Dan golongan yang dikuasai kebodohan yang tersusun, jauh dari jalan kebaikan dan menyimpang, tidak pernah berhenti berdebat tanpa memahami pembicaraan.