DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Raden Truno Joyo adalah salah satu tokoh pejuang yang dilahirkan di Sampang, Madura. Beliau mengobarkan perang melawan kompeni Belanda dan Mataram dari tahun 1677 sampai dengan tahun 1680.
Fatahillah dengan karomahnya, memimpin Pasukan Kesultanan Demak mengusir Portugis dari Pelabuhan Sunda Kelapa. Pertempuran melawan Portugis, juga pernah dilakukan Fatahillah di Malaka.
Ummu Mundzir binti Qais adalah salah satu wanita yang memeluk Islam dan ikut dalam dua kali baiat yang penuh berkah di hadapan Rasulullah SAW sehingga beliau diberi gelar Mubayi’at al-Baiatain (orang yang berbait dua kali)
KH. Syafi’i atau biasa dikenal dengan Kiai Syafi’i merupakan ulama’ besar dan menjadi panutan di wilayah Pekalongan.
Ki Ageng Ngerang, seorang ulama besar dan sakti berasal Juwana yang disegani masyarakat karena berilmu tinggi. Saking saktinya Ki Ageng Ngerang ini, Sunan Muria dan Sunan Kudus sampai berguru kepada beliau.
Pondok Pesantren Ribatul Muta’allimin, Landungsari Pekalongan atau yang biasa juga disebut Pondok Grogolan, didirikan oleh almukarrom walmaghfur-lah K.H. Saelan pada tahun 1921 M.
Sultan Agung bermaksud menegakkan ideologi negara dan untuk itu membuat dirinya sendiri menjadi suri tauladan bagi seluruh rakyat Mataram yang dipimpinnya, baik dalam kedudukannya sebagai kepala negara maupun sebagai pemimpin agama.
Kabsyah binti Rafi’ adalah ibu dari sahabat Nabi Muhammad SAW yaitu Sa’ad bin Mu’adz dan Amr bin Mu’adz. Beliau merupakan salah satu sahabat wanita Rasulullah SAW yang pertama masuk Islam sejak hadirnya dakwah Islam di kota Madinah.
Namanya aslinya adalah Ghaziyah binti Jabir bin Hakim namun lebih dikenal dengan Ummu Syuraik. Beliau berasal dari kabilah Ghafathan yang sangat disegani oleh bangsa arab kala itu dan beliau juga merupakan salah satu sahabat perempuan Nabi Muhammad SAW.
Makam KH. Muhammad Manshur Popongan Klaten Jawa Tengah Nahdlatul Ulama