DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) didirikan sekitar pada tahun 1825 di dusun Gedang kelurahan Tambakberas, Kec. Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur
Pesantren Kyai Parak Bambu Runcing Kab. Temanggung di jalan Coyoudan 03 RT 01, RW 13 Kauman, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung.
Yayasan Asysyahidiyyah didirikan atas prakarsa KH. Q. Ahmad Syahid, M.Sc, pada tahun 1983 dengan Akta tanggal 28 Maret 1983 No. 20 di Jl. Kapten Sangun No. 6 Tenjolaya Cicalengka Bandung Jawa Barat Indonesia, dengan tujuan untuk menaungi beberapa lembaga pendidikan dan sosial yang telah lebih dulu ada.
KH. Ahmad Zayadi Muhajir, ulama Betawi yang terkenal santun dan tawadhu` ini, lahir pada tanggal 23 Desember 1918 di Kampung Tanah 80 Klender, Jakarta Timur dari pasangan H. Muhajir bin Ahmad Gojek bin Dato KH. Muhammad Sholeh bin Tinggal bin Syafiuddin dan Umi Anisah yang merupakan orang asli Betawi.
Pesantren Az-Ziyadah dalam perkembangannya berawal dari pengajian sistem halaqah yang berpusat di masjid Al-Husna pada tahun 1948
Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf Bukit Duri Tebet atau yang kerap disapa dengan Sayyidil Walid lahir di tahun 1908 di Cimanggu, Bogor.
Pondok Pesantren Sunan Ampel berdiri pada 26 Maret 2014 yang berlokasi di Jalan. Raden Belas kasihan, RT/ RW 021/ 009, Desa Mulyokaton, Desa Totokaton, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah.
Data tertulis menunjukkan bahwa, Pondok Pesantren Buntet mulai ada perkembangan adalah pada periode kepemimpinan KH. Abdul Jamil (1842-1910)
Pondok Pesantren Darussalam berdiri 14 Juli 1914 di Martapura, Kalimantan Selatan. KH. Djamaluddin, salah seorang Ulama terkemuka pada saat itu adalah pendiri sekaligus pemimpin pertama pesantren Darussalam.
KH. Abdurrochim Yahya merupakan pengasuh keempat Pondok Pesantren Miftahul Huda, Gading, Malang, yang dikenal luas sebagai figure berkharisma dalam dunia pesantren. Beliau adalah putra keempat dari KH. Muhammad Yahya, pewaris tradisi keilmuan Islam yang kokoh. Kyai Rochim-sapaan akrab beliau- dijuluki sebagai “Singa Pondok Gading” oleh kalangan ulama