Ngalap Berkah di Makam Syekh Kuala

Memperoleh Donasi Sebesar : Rp 0. Donasi Sekarang
 
Ngalap Berkah di Makam Syekh Kuala
Syekh Abdul Rauf As-Singkili adalah seorang ulama besar Aceh. Ia lahir pada tahun 1001 Hijriah atau 1591 Masehi. Ia wafat pada hari Senin 22 Syawal tahun 1693 M.  adalah seorang ulama besar Aceh yang terkenal. Ia memiliki pengaruh yang besar dalam penyebaran agama Islam di Sumatera dan Nusantara pada umumnya. Sebutan gelarnya yang juga terkenal ialah Teungku Syiah Kuala (bahasa Aceh, artinya Syekh Ulama di Kuala).
 
             
 
 

Nama lengkapnya ialah Aminuddin Abdul Rauf bin Ali Al-Jawi Tsumal Fansuri As-Singkili. Menurut riwayat masyarakat, keluarganya berasal dari Persia atau Arabia, yang datang dan menetap di Singkil, Aceh, pada akhir abad ke-13. Pada masa mudanya, ia mula-mula belajar pada ayahnya sendiri. Ia kemudian juga belajar pada ulama-ulama di Fansur dan Banda Aceh. Selanjutnya, ia pergi menunaikan ibadah haji, dan dalam proses pelawatannya ia belajar pada berbagai ulama di Timur Tengah untuk mendalami agama Islam.

Karomah Tengku Abdul Wahid, adalah generasi ke tujuh dari Syiah Kuala.

Menurut Tengku Abdul Wahid, dahulu jarak makam ke bibir pantai sekitar 1 kilometer. Akibat musibah tsunami yang melanda Aceh tahun 2004 silam, menyebabkan tanah-tanah di sekitar makam tergerus. Hal itu menjadikan jarak makam dan bibir pantai semakin dekat.
 
 
“Sekarang jarak makam dengan pantai tidak lebih dari 200 meter,” kata Tengku Abdul Wahid.
 
Pada kejadian tsunami tersebut, tidak menyebabkan pusara Syeikh Abdul Rauf hanyut. Padahal makam di sekitarnya mengalami kerusakan yang tergolong berat.
Singkel meninggal tahun 1105 H/1693 M. Dia dimakamkan di dekat kuala atau mulut sungai Aceh.
 
Tempat tersebut juga menjadi kuburan untuk istri-istrinya, murid kesayangannya Dawud Al-Rumi dan murid-murid lainnya. Di kemudian hari, ia dikenal dengan nama Tengku Syech Kuala yang namanya diabadikan pada perguruan tinggi di Banda Aceh yakni Universitas Syiah Kuala. Singkel pun dikenal sebagai Wali Tanah Aceh. Makamnya hingga kini ramai dikunjungi para peziarah.
Singkel Dalam Karya
  • Mir'at al-Thullab fî Tasyil Mawa'iz al-Badî'rifat al-Ahkâm al-Syar'iyyah li Malik al-Wahhab, karya di bidang fiqh atau hukum Islam, yang ditulis atas permintaan Sultanah Safiyatuddin.
  • Tarjuman al-Mustafid, merupakan naskah pertama Tafsir Al Qur’an yang lengkap berbahasa Melayu.
  • Terjemahan Hadits Arba'in karya Imam Al-Nawawi, ditulis atas permintaan Sultanah Zakiyyatuddin.
  • Mawa'iz al-Badî', berisi sejumlah nasihat penting dalam pembinaan akhlak.
  • Tanbih al-Masyi, merupakan naskah tasawuf yang memuat pengajaran tentang martabat tujuh.
  • Kifayat al-Muhtajin ilâ Masyrah al-Muwahhidin al-Qâilin bi Wahdatil Wujud, memuat penjelasan tentang konsep wahdatul wujud.
  • Daqâiq al-Hurf, pengajaran mengenai tasawuf dan teologi.