Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Isi Qur'an - Sejarah (Kenabian, Sahabat, Umat Manusia Terdahulu)

Penjelasan Tafsir Al Qur'an Surat Ad-Dhuha Ayat 7

10 Aug 2018 Β· 6.107 dibaca · Isi Qur'an - Sejarah (Kenabian, Sahabat, Umat Manusia Terdahulu)

Jagat maya kembali ramai dengan video ceramah kontroversial saudara Evie Effendi tentang tafsir Q.S. ad-Dhuha ayat 7, yang berbunyi: (ΩˆΩŽΩˆΩŽΨ¬ΩŽΨ―ΩŽΩƒΩŽ ΨΆΩŽΨ§Ω„Ω‹Ω‘Ψ§ ΩΩŽΩ‡ΩŽΨ―ΩŽΩ‰Ω°) Evie menafsirkan Kata dhallan dalam ayat tersebut diartikan sesat, Evie juga menuturkan bahwa Nabi Muhammad juga pernah sesat. Hal demikian disampaikan Evie dalam video ceramahnya. (Rabu, 9/8/2018).

Selain itu, Evie juga mengatakan, jika ada yang memeringati Maulid Nabi, maka yang diperingati adalah sesatnya Nabi SAW. Pernyataan di atas mengandung dua unsur makna secara eksplisit; pertama, Nabi Muhammad SAW pernah sesat sebelum menerima wahyu dari Allah. Kedua, memperingati Maulid Nabi SAW sama saja dengan memperingati kesesatan Rasulullah SAW.

Lalu bagaimana dengan tanggapan Ikatan Sarjana Quran Hadis (ISQH) Indonesia terhadap ceramah Evie? Menurut Fauzan Amin (Ketua Umum ISQH), tentunya merasa perlu menyampaikan sikap terkait ceramah kontroversial tersebut kepada seluruh umat Islam. Ucapan saudara Evie. "Jika ada yang memeringati Maulid Nabi, maka yang diperingati adalah sesatnya Nabi

πŸ”’
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β€” tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →