Karya Monumental dan Kiprah Syekh Abdus Samad Al-Palimbani

 
Karya Monumental dan Kiprah Syekh Abdus Samad Al-Palimbani

Laduni.ID, Jakarta - Kita mengetahui bahwa sosok ulama sufi Syekh Abdussamad al-Palimbani bukan hanya kepandaiannya di bidang syariat dan tarekat, namun beliau juga terkenal keproduktifitasnya Syekh Abdus Samad lewat dunia tulisan yang terkenal bernama Sair As-Salikin. Kitab ini di selesaikan di waktu umur beliau telah menanjak sekitar 58 tahun dan tidak lama sesudah itu, beliaupun menghadap sang ilahi sekitar tahun 1203 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 1789 Masehi.

Di antara maha karya Syekh Abdus Samad yang banyak tersebar di Indonesia adalah Hidayat As-salikin fi Suluk Maslak al-Muttaqin dan kitab Sair As-Salikin. Kedua karya tersebut isinya sangat berkaitan dengan pemikiran Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali. Kedua kitab itu ditulis dalam bahasa Melayu-Indonesia untuk memudahkan masyarakat yang membaca dan mempelajarinya,

Walaupun kitab Hidayat As-salikin merupakan alih bahasa dari karya Imam Al-Ghazali yang bernama Bidayah Al-Hidayah, namun beliau juga menambahkan beberapa ulasan dan tema lain yang tidak berasal dari kitab Imam Al-Ghazai tersebut. Beranjak dari itu, seharusnya kitab Hidayat Al-Salikin yang berbahasa Jawi tersebut lebih tepat didinamai adaptasi dari kitab Bidayah al-Hidayah. Sedangkan kitab Sair As-Salikin merupakan kumpulan kajian yang lebih spesifik dari kitab Hidayah As-Salikin.

Kitab Sair As-Salikin menurut Syekh Abdus Samad merupakan terjemahan dari karya yang ditulis oleh saudara Imam Al-Ghazali sendiri bernama Syekh Ahmad bin Muhammad. Sedangkan kitabnya berjudul

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN