Nasir al-Din Tusi Ilmuan dan Filsuf Islam Menguasai Banyak Ilmu

 
Nasir al-Din Tusi Ilmuan dan  Filsuf Islam Menguasai Banyak Ilmu

Nasir al-Din Tusi / Al Tusi (17 February 1201 – 25 Juni 1274)

Meneliti: Astronomi, filsafat, teologi, Ilm al-Kalam, Islamic Philosophy, Astronomy, Mathematics, Chemistry, Biology and Medicine, Physics, Non-Euclidean Geometry, Science.

Nasir al-Din al-Tusi bernama lengkap Abu Ja’far Muhammad ibn Muhammad ibn al-Hasan al-Tusi, ia Lahir pada 18 Februari 1201 M/597 H di Tus, al-Kazimiyyah dekat Baghdad sebuah tempat yang berada di atas sebuah bukit, di samping lembah sungai Kasyaf, dekat ke kota Masyad di Timur Laut Persia, yang menjadi kota pendidikan terkenal pada masa itu. Saat ini Tus masuk dalam wilayah Khorasan di Iran.

Ia lebih dikenal dengan nama Nasir al-Din al-Tusi (di Barat dikenal dengan Tusi), Seorang Persia dari Ismailiyah yang di kemudian hari memiliki keyakinan Islam “Twelver Shi‘ah” (Twelver Shi‘ah Islamic belief).

al-Thusi mendapatkan pendidikan agama dari ayahnya sendiri, Muhammad Ibn al_Hasan yang juga seorang ahli fikih. Di samping dari ayahnya, al-Thusi juga dibimbing oleh pamannya. Dari pamannya ini al-Thusi memperoleh pengetahuan dasar tentang logika, fisika dan metafisika.

Di usia yang sangat dini ia belajar Quran, hadis, ilmu hukum Shi’a, logika, filsafat, matematika, kedokteran dan astronomi.

Pada usianya yang masih muda, ia pindah ke Nishapur untuk belajar filsafat kepada Farid al-Din Damad dan matematika pada Muhammad Hasib. Ia juga bertemu dengan Farid al-Din al-‘Attar, seorang master Sufi yang legendaris yang pada masa selanjutnya dibunuh oleh bangsa Mongol. Ia juga menghadiri kuliah Qutb al-Din al-Misri. Disamping filsafat, dari mahdar Farid al-Din Damad ia juga mempelajari fikih, ushul dan kalam, terutama buku isyaratnya Ibn Sina.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN