10 Sep 2018 · 1.888 dibaca · Kolom
Ka'bah pun menjadi saksi pembaitan. Di hadapan Ka'bah yang menjadi kiblat muslim sedunia, sekelompok pemuda dari berbagai negara, mengucapkan ikrar mengembangkan syiar Islam di negeri masing-masing.
Kelompok pemuda itu adalah saudara seperguruan yang barusan merampungkan pendidikan. Salah seorangnya KH Hasyim Ashari. Sekelumit kisah ikrar saudara seperguruan itu diungkapkan M Ishom Hadzik, keturunan KH Hasyim.
Di balik kisah ikrar tersebut, menyemburatkan keteguhan pemuda Hasyim mengembangkan ajaran Islam di muka bumi, sekaligus jalinan erat ukhuwah sesama muslim, kendati berbeda warna kulit.
Lahir di Desa Nggendang -- dua kilometer sebelah utara Jombang -- pada 24 Dzuqa'dah 1287 H (14 Februari 1817, Hasyim laiknya telah membawa kebesaran-Nya saat dilahirkan. Garis keturunannya pun berasal dari kalangan ulama. Kakeknya KH Usman dikenal sebagai ulama besar di masanya yang memiliki pesantren di Nggendang.
Orangtuanya, KH Asj'ari yang menyunting Halimah -- putri KH Usman -- menjadi penerus kemasyhuran pesantren Nggendang. Ia pun
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+