Biografi Syekh H. Ibrahim Budi Lamno
- by Helmi
- 11.305 Views
- Rabu, 23 Desember 2020

Daftar Isi Profil Syekh H. Ibrahim BUDI Lamno
Kelahiran
Tgk. H. Ibrahim bin Ishaq atau yang lebih akrab dipanggil dengan Abu BUDI lahir digampong Meukhan Kacamatan Jaya Kabupaten Aceh Barat (sekarang sudah menjadi Aceh Jaya), tepatnya pada bulan muharram 1357 H atau persisnya tahun 1936 M. Beliau merupakan putra pertama dari 6 bersaudara dari pasangan Tgk. Ishaq dengan Hj. Halimah.
Dengan berkat bimbingan dan asuhan kedua orang tua tercinta dan ma’unah Allah SWT. beliau tumbuh menjadi balita yang terbilang lasak, gesik, tangkas, lincah dan selalu ingin bergerak dan tidak pernah diam ada saja yang ingin di perbuatnya, melihat tingkah yang demikian aktif akhirnya mengundang motivasi orang tua untuk menggantikan nama Beliau yang sebelumnya bernama Razali dengan nama Ibrahim.
Itulah sebuah nama yang di peruntukkan untuk jasad Abu BUDI yang diberi nama oleh Habib Bruy yang bermukim digampong Teumareum yang boleh dikatakan sangat selektif dalam menyandangkan sebuah nama.
Hari-hari berlalu tanpa terasa waktu terus berotasi, Abu BUDI junior oleh orang tuanya telah mengarahkan sosok Abu BUDI untuk menuntut ilmu agama. Periode awal beliau telah mulai mereguk ilmu agama yang berguru pada Abu Ramli yang kemudian menjadi salah seorang se-sepuh yayasan dayah BUDI pada awal pendiriannya.
Bahkan putra pertama beliau kini menduduki papan teratas dalam organisasi kepengurusan yayasan Dayah BUDI, yang akrab dipangil dengan sebutan ABA ASNAWI.
Wafat
Tepat pada hari Rabu tanggal 14 Mei 1997 M. bertepatan dengan 7 muharram 1418 H. pukul 23.00 WIB (11 malam) ABU berpulang kerahmatullah dalam usia 61 tahun, yang diduga akibat sesak nafas. Dengan meninggalkan seorang istri yang bernama Hj. Sunainiah binti Tgk. Ahmad juga meninggalkan 2 orang putra dan 2 orang putri.
Mereka terdiri dari Tgk. Nabhani 27 tahun, Afifuddin 12 tahun, Chairiati 22 tahun dan Nunul Hidayati 5 tahun. Namun kedua orang putri Beliau juga telah berpulang kerahmatullah saat musibah gempa Tsunami tahun 2004 yang silam.
Pimpinan Dayah BUDI yang juga ketua DPC PPP Aceh Barat tersebut menghembuskan nafas terakhir dirumah kediamannya Gampong Jangeut Kec. Jaya Kab. Aceh Jaya, yang disaksikan oleh Istri, Anak dan Dewan Guru Dayah BUDI.
Lalu langit diatas bumi Teuku Umar yang terbalut mendung hitam saat itu seolah-olah turut berduka dan sedih mengiringi kepergiannya. Komplek Dayah BUDI tempat Beliau mewarisi ilmunya sejak 30 tahun yang lalu larut dalam kepiluan, ribuan masyarakat berdatangan mengucapkan belasungkawa serta irigan do’a buat ABU tercinta.
Jenazah Abu Ibrahim Lamno menjelang detik detik terakhir ajal menjemputnya ABU sempat menitipkan amanah/wasiat kepada keluarga, Dewan Guru dan Santri yang menjenguknya di malam yang runyam itu “ Jagalah Pesantren Ini Baik-Baik”. Demikianlah wanta-wanti yang diulang-ulanginya sebagaimana yang di hikayahkan oleh Tgk. Atlibas Dami (Staf Pengajar Dayah BUDI).
Keluarga
Abu BUDI Lamno melepas masa lajangnya dengan menikahi Hj. Sunainiyah. Buah dari pernikahnnya, beliau dikaruniai, empat orang anak yaitu Nabhani, Chairiati, Afifuddin dan Nurhidayati.
Pendidikan
Pada tahun 1946, tepatnya di awal kemerdekaan, Abu BUDI tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengisi hikmah kemerdekaan. Beliau mulai mengecap ilmu pendidikan pada Sekolah Rakyat (SR) digampong Kuala Daya selama 2 tahun, lalu pindah ke SR Lamno dan sekaligus mondok di Dayah Bustanul Aidarusiyah di bawah pimpinan Tgk. H. Aidarus yang merupakan salah satu Dayah yang terbilang tua di Aceh.
Di usia yang belia, sudah terpatri semangat untuk mengaplikasikan, atau menyerap ilmu pendidikan agama dan pendidikan umum secara berseimbangan. Ini mungkin suatu isyarah bahwa beliau cederung berpendapat “ilmu pengetahuan baginya adalah segala-galanya”.
Konsep itu di bangun dengan ilmu pengetahuan baginya sudah duluan menjelma dan ilmu pengetahuan dijadikan bagian integral dalam kehidupannya.
Setelah mengakhiri Pendidikan Dasar 4 tahun dikampung halamannya, tepat pada tahun 1949 beliau berangkat hijrah ke Labuhan Haji-Aceh Selatan dan membekali diri di Dayah Darussalam di bawah Pimpinan Abuya Syekh H. Muhammad Waly AL-Khalidy.
Sosok tubuh yang kecil dengan perawakan tegas serta penuh wibawa yang terkemas dengan alakadar ilmu dan tatakrama serta etika yang mulia kini telah berbaur dan berhadapan dangan orang-orang yang belum pernah beliau kenal, orang-orang yang belum pernah ditegur dan disapa.
Begitulah goresan hari-hari pertama beliau berada di Labuhan Haji tercatat mulai awal keberangkatan hingga mengakhiri pendidikan disana ternyata 8 tahun beliau mengantongi ilmu pengetahuan di Labuhan Haji.
Abu BUDI menyelesaikan pendidikan di sekolah ini pada tahun 1949. Walaupun pendidikan dasarnya pada lembaga pendidikan umum, namun orang tuanya melihat putranya ini memiliki bakat dan minat pada pendidikan agama.
Seiring dengan kepulangan guru beliau Teungku Abdul Aziz (Abon Samalanga) dari Labuhan Haji ke Samalanga pada tahun 1958 untuk memimpin Dayah MUDI MESRA (Ma'hadal Ulum Diniyah Islamiyah Mesjid Raya).
Teungku Ibrahim Ishak (Abu BUDI) juga ikut serta ke Samalanga guna untuk menambah ilmu yang dirasakan belum cukup serta untuk membantu Abon Samalanga mengajar di MUDI MESRA.
Abu BUDI lamno belajar dan mengabdi di Samalanga hingga tahun 1963. Kehausan terhadap ilmu agama tidak pernah membuat Teungku Ibrahim Ishak merasa puas sehingga dari Samalanga beliau berangkat ke Sumatera Barat untuk belajar di sana hingga tahun 1966.
Mendirikan Dayah
Pada tahun 1967, beliau mendirikan dan memimpin Yayasan Dayah Bahrul ‘Ulum Diniyah Islamiyah (BUDI MESJA) sampai akhir hayatnya. Beliau berkeluarga dengan bengawan di Gampongnya yang bernama Hj. Sunainiyah binti Tgk. Ahmad pada tahun 1968 (maaf tanggal dan bulan tidak ditemukan lagi).
Kini Abu BUDI tidak sendiri lagi, Beliau adalah pemimpin keluarga yang mesti bertanggung jawab kepada putra-putrinya, naluri kebapakannya mulai tumbuh sejak beliau berumur 20 tahun, bahtera keluarga didayung dengan sangat sederhana, jiwanya damai dan penuh qana’ah (mensyukuri apa adanya).
Tentunya fenomena seperti ini tidak pernah sirna dari jiwanya sampai akhir hayatnya Selama memimpin dayah BUDI, Beliau selalu aktif dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagaimana layaknya tangung-jawab seorang pemimpin.
Dalam memimpin Dayah, Abu BUDI tidak hanya fokus pada kualitas pendidikan, tetapi beliau juga memperhatikan perkembangan ekonomis dayah. Beberapa kekayaan/aset Dayah BUDI yang berhasil dihimpunkan selama kepimpinan Beliau adalah :
- Kebun karet seluas 26 Hektar
- Kebun rambutan seluas 40 Hektar
- Tambak udang 2 Hektar
- 1 (satu) unit Truek roda empat
- 1 (satu) kilang padi dengan kapisitas 8 (Delapan) Ton per-hari.
- 100 Hektar lahan tidur, menurut rencana semasa hidup Beliau, akan ditanami kelapa sawit.
Kapasitas dengan aset yang dimiliki, nama Dayah BUDI melambung tinggi bahkan tepat untuk dicontohi oleh Pesantren-pesantren lain sebagaimana komentar Bapak Syamsudin Mahmud (Gebenur Aceh Kala Itu) di harian serambi Indonesia.
Hal ini terwujud kerja-sama yang baik diantara pimpinan dan bawahan dan kerja keras santriwan maupun santriwati dengan cara bergotong-royong secara aplus-aplusan yang dikoordinir langsung Abu BUDI.
Pernah pada suatu kutika pernah Beliau turun tangan langsung ikut membabat semak-belukar bersama murid-muridnya sebagaimana yang diceritakan oleh (Alm) Tgk. Muhammad Badawy selaku bendaharawan BUDI saat itu, keperduliannya terhadap perkembangan Dayah BUDI sangat besar.
Abu BUDI tidak sedikit tenaganya terkuras untuk kepentigan orang banyak, agama, nusa dan bangsa. Sering sekali nampak ekspresi wajah dengan dahi yang berkerut untuk melahirkan ide dan argumern yang cemerlang, keberadaan Dayah BUDI dari berbagai sisi kehidupan Beliau memang tidak dapat dipisahkan, ibarat uang logam yang tidak dapat dipisahkan antara satu sisi dengan sisi yang lainnya.
Murid-Murid
Abu lamno di kenal sebagai ulama yang gigih mencetak kader ulama. Beberapa ulama yang merupakan hasil didikan Abu BUDI Lamno antara lain:
- Tgk. H. Asnawi Ramli Pimpinan Dayah BUDI sekarang ini sebagai pengganti Abu Ibrahim Lamno.
- Tgk. H. Syamaun Risyad Lc. Pimpinan Dayah ‘Ulumudin – Cunda Aceh Utara
- Drs. Tgk .H. Mukhtar Wahab Pimpinan Dayah Darussa’adah – Teping Raya Pidie
- Tgk. H. Anwar Pimpinan Dayah Miftahul’Ulum – Tanoh Mirah Aceh Utara
- Tgk. Hasballah Ali Pimpinan Dayah Darutthalibin – Nisam Aceh Utara
- Tgk. H. M. Amin Pimpinan Dayah Darul Kamaliyah – Keumala pidie
- Tgk. H. M . Jamil Ibrahim Pimpinan Dayah Jeumala Amal – Lueng putu pidie
- Tgk. H. Ramli Pimpinan Dayah Ruhul Islam – Krueng Manee Aceh Utara
- Tgk. H . Athailah Ishaq Pimpinan Dayah Yayasan Ulee Titie – Siron Aceh Besar
- Tgk. Sofyan Pimpinan Dayah Babul ’Ulum – Teunom Aceh Barat
- Tgk. H. Hasboh Isa Pimpinan Dayah Raudhatul Islam – Geudong Aceh Utara
- Tgk. Amri Ahmad Pimpinan Dayah Ruhul Islam – Tanah Luas Aceh Utara
- Tgk. Walidin Pimpinan Dayah RUDI – Tanah Luas Aceh Utara
- Tgk. Sunarni Pimpinan Dayah Nidaul Islam – Lampung Barat
- Tgk. H. Mustafa Thayib Pimpinan Dayah Al-Azhar – Simpang Mulieng Aceh Utara
- Tgk. Usman Ishaq Pimpinan Dayah NUDI – Meurah Mulia Aceh Utara
- Tgk. Mustafa Thayib Pimpinan Dayah Sayed Mustafa – Karang Panjang Jambi
- Tgk. H. Muhammad Dahlan Pimpinan Dayah Darul Mudaris – Meurah Mulia Aceh Utara
- Tgk. Syarifudin Ibas Pimpinan Dayah Babul ’Ulum – Samatiga Aceh Barat
- Tgk. Hilmi Pimpinan Dayah Yayasan Al-Anshar – Krung sabe Aceh Jaya
- Tgk. Nazaruddin Pimpinan Dayah – Pante Pisang Peusangan Bireuen
- Tgk. H. Abdurrani Pimpinan Dayah Babul Huda – Aceh Barat
- Tgk. H. Bukhari Pimpinan Dayah BUDI Muthmainnah – Ulee Kareng Banda Aceh
- Tgk. Azmi Syah Pimpinan Dayah Nurussalam – Abdya
- Tgk. Muhammad Yunus Pimpinan Dayah Miftahul Jannah – Wayla Induk
- Tgk. Abdul Malek Pimpinan Dayah Miftahul ’Ulum – Wayla Barat
- Tgk. Muslem Pimpinan Dayah Syamsul Fata – Wayla Barat
- Tgk. Jalaluddin Basyah Pimpinan Dayah Babul Huda – Keluang Aceh Jaya
- Tgk. Marzuki Pimpinan Dayah MUDI Meska – Kuala Daya Aceh Jaya
- Tgk. Rahimudin Pimpinan Dayah Darul ‘Amilin – Patek Aceh Jaya
- Tgk. H. Muslem Pimpinan Dayah Darunnizam – Teunom Aceh Barat
- Tgk. H. Muhammad Syam Pimpinan Dayah Babul ‘Ulum – Teunom Aceh Jaya
- Tgk. Zulkifli Ahmad Pimpinan Dayah MUDI – Abdya
- Tgk. Abdurrazy Pimpinan Dayah Darul Ilham – Labuhan Haji Aceh Selatan
- Tgk. H. Ibrahim Pimpinan Dayah Darul Yaqin – Banda Sakti
- Tgk. Abdul Munir Pimpinan Dayah Bahrul’Ulum Al-Waliyah – Nibong
- Tgk. Burhanuddin Pimpinan Dayah BUDI Malikussaleh – Idi Cut Aceh Timur
- Tgk. Adnan Pimpinan Dayah Babul ’Ulum – Muara Batu
- Tgk. H. Abdurrazak Lc. Pimpinan Dayah Daruzzahidin – Lamce Aceh Besar
- Tgk. Sanusi Pimpinan Dayah Darul Huda – Lhokseumawe
- Tgk. Jalaluddin Pimpinan Dayah Qiraatul Huda – Sawang Aceh Utara
- Tgk. Yahya Pimpinan Dayah Subulusalam – Kuta Cane Aceh Tenggara
- Tgk. Atlibas Dami Pimpinan Dayah DAMI – Simpang Ulim Aceh Timur
- Tgk. Burhanuddin Pimpinan Dayah Bayanul Huda – Perlak Aceh Timur
- Tgk. Asnawi Pimpinan Dayah Serambi Mekah – Idi Aceh Timur
- Tgk. Muhammad Negro Pimpinan Dayah NUDI – Sungai Mas Aceh Barat
- Tgk. Agustiawan Jamal Pimpinan Dayah Bustanul Muta’Alimin – Aceh Besar
- Tgk. Ihsan Zulkifli Bukhari Pimpinan Yayasan Dayah Darul ‘Alimin (YADDA) –Aceh Besar,
- Tgk. Rahmat Sadli Pimpinan Dayah Babarrahmah – Lamblang Trieng Aceh Besar
- Tgk. Said Khaidir Pimpinan Dayah BUDI Ihsani – Bakauhulu Lb. Haji Aceh Selatan
- Tgk. A. Razi Pimpinan Dayah Darul Ilham – Sawah Liat Lb. Haji Aceh Selatan
- Tgk. Ja’far Pimpinan Dayah Sirajul Ibad – Rhot Tengah Meukek Aceh Selatan
Karier
Dayah BUDI Lamno terus berkembang dan maju. Disamping Abu sibuk sebagai Pimpinan Dayah, Abu BUDI juga aktif dalam berorganisasi kemasyarakatan, sosial dan politik, diantaranya : pada tahun 1978 Beliau menjabat ketua BHA (Badan Harta Agama) Kecamatan Jaya dan ketua Inshafuddin Aceh Barat.
Sedangkan jabatan lain yang masih Beliau pimpin sampai saat ABU menghembus nafas terakhir adalah ketua IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Kecamatan Jaya, ketua DPC PERTI Aceh Barat dan ketua DPC PPP Aceh Barat.
Lokasi Terkait Beliau
-
-
Pengajar
Pesantren (Dayah) MUDI Bireuen Aceh
Memuat Komentar ...