Hindari Pilpres Dibajak Invisible Hand: NU Lakukan Konsolidasi di Lampung

 
Hindari Pilpres Dibajak Invisible Hand: NU Lakukan Konsolidasi di Lampung

LADUNI.ID, Jakarta - Setelah Jawa Timur, Kalimantan Barat dan kembali Jawa Timur, berikutnya Jawa Tengah tanggal 2 Oktober 2018 lalu, kini giliran Lampung. PBNU melakukan konsolidasi bersama PWNU Lampung beserta seluruh lembaga dan badan otonom, serta PCNU dan para pemangku pondok pesantren, masyayikh dan kiai kampung se-Provinsi Lampung.

Seperti dimaklumi, terdapat 15 PCNU di lingkungan PWNU Provinsi Lampung. Struktur organisasi tersebut terdiri dari 13 kabupaten dan 2 kota. Sedangkan jumlah lembaga dan badan otonom di lingkungan NU seluruhnya 32. Jumlah itu terdiri dari 18 lembaga, termasuk Ma’arif, LTN, Lazisnu dan LWP. Sedangkan 14 badan otomon NU, termasuk Muslimat, Fatayat, IPPNU, Ansor, Pagar Nusa, PMII, Pergunu dan Jatman.

“Seluruh PCNU, lembaga dan badan otonom NU di lingkungan PWNU Provinsi Lampung tersebut dipastikan hadir mengikuti Konsolidasi Organisasi Menuju Satu Abad Nahdlatul Ulama yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Darussaadah Gunung Sugih Lampung Tengah yang diasuh oleh KH Muhsin Abdullah yang juga Rais Syuriyah PWNU Lampung hari Kamis (4/10) pukul 13.00 wib,” ujar Ketua PBNU Korwil Lampung Umar Syah yang sekaligus Kordinator Tim Konsolidasi Struktural Wilayah Sumatera.

Konsolidasi dimaksudkan agar NU menutup satu abad kelahirannya yang jatuh pada tahun 2026 dengan sukses dan di abad kedua kelahiran NU Islam moderat dan toleran telah menjadi solusi perdamaian dunia.

Secara internal, indikator sukses konsolidasi adalah selarasnya itikad (idiologi), amaliyah, fikrah (konsep berpikir) dan harakah (gerakan) dalam mengemban amanat organisasi, yakni mandat keagamaan dan kenegaraan/kebangsaan.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN