08 Oct 2018 · 2.177 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Jakarta - Salah satu fondasi NU dalam bertindak mengambil keputusan adalah toleransi. Rais Pengurus Cabang Islam Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko Aniq Nawawi menyampaikan bahwa batasan tenggang rasa itu pada hal-hal yang masih terdapat perbedaan pendapat.
Dihadapan 44 pelajar baru utusan PBNU saat Pembekalan Pelajar Baru PBNU, Aniq menyampaikan, Tasamuh itu ukurannya adalah kita membiarkan orang lain ketika itu masalah mukhtalaf fiha (perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang suatu hal), tetapi kita akan tegas terhadap muttafaq alaiha (kesepakatan ulama atas suatu hal).
"Tidak semua hal yang dianggap keliru itu tiba-tiba harus segera diluruskan dengan kekuatan. Apalagi hal-hal yang masih diperdebatkan kekeliruannya. Ia mencontohkan kisah Nabi Muhammad SAW yang enggan mengubah bentuk Ka'bah", imbuhnya saat Pembekalan Pelajar Baru PBNU di Sekretariat Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko, Rabat, Maroko, Sabtu (6/10).
"Nabi pernah curhat kepada Siti Aisyah RA," kata pria yang baru menyelesaikan studi magisternya i
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+