05 Nov 2018 · 1.437 dibaca · Kolom
LADUNI.ID - Demi menggalang dukungan, Nu'man bin Bisyir membawa baju gamis Sayidina Ustman yang berlumur darah dari Madinatu Rasul ke kota Syam (Siria). Baju yang dikenakan Ustman saat dibunuh oleh penyusup ketika rumahnya dikepung 25.000 demonstran dari Mesir dan Kufah (Iraq saat ini). Nu'man juga membawa serta jari-jari istri Ustman yang dipotong oleh penyusup saat peristiwa pembunuhan itu terjadi.
Sayidina Muawiyah menempatkan baju gamis Ustman dan potongan jari istrinya di podium. Khalayak ramai menangis histeris menyaksikan gamis berlumur darah dan jari Istri Ustman. Muawiyah berorasi, "tidak akan menyetubuhi istri dan tak akan beristirahat diranjang sampai bisa mengeksekusi pembunuh Utsman". Muawiyah menuntut Imam Ali untuk mengeksekusi para pembunuh Ustman, Ali menolak, selain karena jumlahnya banyak juga Ali khawatir jika itu dilakukan akan mengganggu stabilitas. Terlebih transisi kekuasaan dari Sayidina Ustman yang terbunuh kepada Imam Ali belum lama berselang.
Singkat cerita kedua pasukan berhadap-hadapan,
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+