02 Dec 2018 ยท 1.511 dibaca · Artikel Keagamaan
LADUNI.ID - Seorang jemaah pengajian bertanya, "apakah mencela atau menghina presiden dapat pahala?".
Saya menjawabnya pakai hadits saja. Pertama, pernah ada yang bertanya pada Aisyah (istri Nabi SAW) tentang akhlak Nabi, maka Aisyah menjawab bahwa Nabi SAW tak berkata-kata kotor (ูู ููู ูุงุญุดุง ููุง ู ุชูุญุดุง)
Kedua, Anas Ibn Malik berkata, "Sepuluh tahun saya menjadi pelayan Nabi SAW, tapi tak sekalipun saya mendengar kata-kata kasar darinya". Anas ibn Malik pun berkata, "Nabi bukan sang pencela, pelaknat, dan yang berkata kotor" (ูู ููู ุฑุณูู ุงููู ุต ู ุณุจุงุจุง ููุง ูุญุงุดุง ููุง ูุนุงูุง).
Alkisah, Nabi SAW pernah menegur Aisyah ketika mencela orang Yahudi yang mencela dan mendoakan buruk buat Nabi SAW. Nabi menegaskan, "Aku diutus bukan sebagai pelaknat tapi sebagai rahmat" (ุงูู ูู ุฃุจุนุซ ูุนุงูุง ูุงูู ุง ุจุนุซุช ุฑุญู ุฉ).
Dengan dalil-dalil itu, maka tak ada ruang bagi kita untuk berburu pahala dengan mencela. Sebab, mencela adalah tercela.
Itulah akhlak Nabi SAW. Bagaimana dengan akhlak kita jika menghina dan me
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan โ tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+