Abu Daud Lueng Angen #1: Sang Ulama Kharismatik Aceh dan Sosok Ahli Qiraah

 
Abu Daud Lueng Angen #1: Sang Ulama Kharismatik Aceh dan Sosok Ahli Qiraah

LADUNI. ID, ULAMA- Salah seorang murid senior Abon Aziz Samalanga yang di gelar dengan Al-Mantiqi lewat kecerdasannya sebagai spesialis ilmu mantiq (ilmu logika), beliau adalah Tgk. H. Muhammad Daud Ahmad atau lebih dikenal dengan sebutan Abu di Lueng Angen.

Beliau merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara dari Tgk. Ahmad bin Abdul Latif dan Dhien yang lahir di Desa Meunasah Leubok, Lhok Nibong, Aceh Timur, pada bulan Maret 1941.

Keseharian masyarakat kerap di sapa dengan Abu Lueng Angen karena memang beliau memimpin sebuah Dayah yang bernama Dayah Darul Huda di desa Krueng Lingka kecamatan Langkahan kabupaten Aceh Utara.

Dayah tersebut sering disebut dengan Dayah Lueng Angen. Berdasarkan menurut sebagian sumber, saat dayah tersebut masih dalam pembangunan dan belum maju seperti saat ini.

Ternyata di samping komplek dayah tersebut dulu terdapat sebuah Lueng (parit/sungai kecil)mati yang di tumbuhi pohon rumbia, sehingga sering terdengar suara daun pohon rumbia yang dihempas angin. 

Walhasil dijadikanlah wajah tasmiyah (indikator) sejarah dayah itu dengan sebutan Dayah Lueng Angen walaupun saat ini Lueng tersebut sudah di timbun untuk perluasan komplek dayah yang kian berkembang dengan pesatnya.

Penerapan peraturan dan kedisiplinan yang ketat di dayah ini tidak terlepas dari diri Abu Muhammad Daud sendiri yang sangat disiplin dalam berbagai hal.Bahkan menurut hikayah para guru di lueng angen semasa Abu menimba ilmu di dayah MUDI Masjid Raya Samalanga, Abon Samalanga mempercayakan semua peraturan pada tangan abu lueng angen.

Walaupun dayah Abu Lueng Angen terkenal dengan peraturannya yang sangat ketat, tetap saja menjadi salah satu dayah yang banyak peminatnya di Aceh, saat ini lebih ribuan santri menetap di dayah ini dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Sementara it menurut salah seorang guru di dayah tersebut almarhum Abu Alue Bili Allahu yarham pernah mengatakan bahwa “karamah dayah lueng angen dengan peraturan”,setiap peraturan yang di terapkan akan berjalan dan tidak akan mengurangi niat masayarakat untuk menitipkan anaknya di dayah tersebut.

Sosok ulama karismatik Aceh ini dikenal ahli dalam bidang Fiqh dan Qiraah Sab’ah(tujuh macam cara membaca al-quran), sangat wajar dan tirak perlu heran terhadap muridnya yang terkenal dengan qiraahnya hasil didikan beliau sendiri dengan kefasihannya dalam membaca Al-quran.

***Helmi Abu Bakar El-Langkawi, Penggiat Literasi asal Dayah MUDI Masjid Raya Samalanga. Dikutip dari berbagai sumber.