Syaikhah Rahmah dikenal sebagai pendiri perguruan untuk wanita Islam pertama di Indonesia yakni Madrasah Diniyah Puteri (Madrasah Diniyah li al-Banat) di Padang Panjang. Perguruan yang saat ini meliputi taman kanak-kanak hingga sekolah tinggi.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Madrasah
4. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Syaikhah Rahmah El-Yunusiah lahir di Padang Panjang, Sumatra Barat tanggal 29 Desember 1900. Beliau merupakan anak bungsu dari lima bersaudara pasangan Syekh Muhammad Yunus dan Rafi’ah. Syaikhah Rahmah El-Yunusiyah lahir di sebuah rumah gadang Jalan Lubuk Mata Kucing, Kanagarian Bukit Surungan.
1.2 Riwayat Keluarga
Syaikhah Rahmah dalam usia 16 tahun dinikahkan oleh keluarga beliau dengan Bahauddin Lathif, seorang ulama dari Sumpur. Pernikahan mereka berlangsung pada 15 Mei 1916 dan berakhir (bercerai dengan suami beliau, karna menolak dipoligami) pada 22 Juni 1922. Dari pernikahan beliau tidak dikaruniani anak. Meski demikian, Syaikhah Rahmah memiliki sepupu dari keluarga ibu, Isnaniah Saleh, yang kelak meneruskan kepemimpinannya di Diniyah Putri.
1.3 Wafat
Beliau wafat pada tanggal 26 Februari 1969 (umur 68) di Padang Panjang, Sumatra Barat. Jenazah beliau dimakamkan di pemakaman keluarga yang terletak di samping rumah beliau.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Syaikhah Rahmah sempat belajar di Diniyah School yang dipimpin kakak beliau, Zainuddin Labay El-Yunisy. Tidak puas dengan sistem edukasi yang mencampurkan pelajar putra dan putri, Syaikhah Rahmah secara inisiatif menemui beberapa Ulama Minangkabau untuk mendalami agama, hal tidak lazim bagi seorang perempuan pada awal abad ke-20 di Minangkabau. Selain itu, beliau mempelajari berbagai ilmu praktis secara privat yang kelak beliau ajarkan kepada murid-murid beliau.
2.2 Guru-Guru
1. Syekh Muhammad Yunus (ayah),
2. Zainuddin Labay El-Yunisy (kakak),
3. KH. Abdul Karim Amrullah (ayah Hamka),
4. Tuanku Mudo Abdul Hamid Hakim,
5. Syekh Muhammad Jamil Jambek,
6. Syekh Abdul Latif Rasyidi,
7. Syekh Daud Rasyidi.
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Madrasah
Syaikhah Rahmah dikenal sebagai pendiri perguruan untuk wanita Islam pertama di Indonesia yakni Madrasah Diniyah Putri (Madrasah Diniyah li Al-Banat) di Padang Panjang. Perguruan yang saat ini meliputi taman kanak-kanak hingga sekolah tinggi.
Maka pada tanggal 01 November 1923, bersamaan dengan usia beliau yang hampir masuk ke-23 tahun, akhirnya Syaikhah Rahmah dengan dukungan dari kakak beliau, Zaenuddin Labay, beserta teman-teman perempuan beliau di PMDS (Persatuan Murid-murid Diniyyah School) memutuskan untuk mendirikan sekolah khusus Perempuan yang dinamai Diniyah School Putri atau Madrasah Diniyah li al-Banat yang bertempat di Masjid Pasar Usang.
Saat itu, murid beliau masih berjumlah 71 murid dan terdiri dari ibu-ibu muda, termasuk putri dari Teungku Panglima Polim dan Hj. Rangkayo Rasuna Said. Mata pelajaran yang diajarkan di sekolah beliau adalah fiqih, tafsir, tauhid, hikmah t
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

