Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Ahmad Makhdum Zein, Muasis Pesantren Al-Mubarok Demak
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Ahmad Makhdum Zein, Muasis Pesantren Al-Mubarok Demak

1928 – 2002 M · 4.224 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Ahmad Makhdum Zein, beliau lahir di Kaliwungu, Kendal bertepatan pada hari selasa 17 Sya’ban 1347 Hijriah  atau  29 Januari 1929. Beliau berasal dari keluarga terkemuka di daerahnya. Kedua orang tua beliau adalah guru ngaji dan dibesarkan dilingkup pesantren. 

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat
1.3  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru Beliau
2.3  Mendirikan Pondok Pesantren

3.    Penerus Beliau
3.1  Anak-anak Beliau

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Karier Beliau

5.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga 

1.1 Lahir
KH. Ahmad Makhdum Zein, beliau lahir di Kaliwungu, Kendal bertepatan pada hari selasa 17 Sya’ban 1347 Hijriah  atau  29 Januari 1929. Beliau berasal dari keluarga terkemuka di daerahnya. Kedua orang tua beliau adalah guru ngaji dan dibesarkan dilingkup pesantren. 

Beliau adalah putra kedua dari lima bersaudara. Terlahir dari pasangan suami istri yaitu Bapak Kyai Zaenal Abidin dan Ibu Sumiyatun. Kedua orang tua mendidik dan mendorong anak-anaknya menjadi orang yang cinta ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu umum. Sebagai putra pertama, beliau memilki tanggungjawab besar untuk memberikan ketauladan kepada adik-adiknya.

1.2 Wafat
KH. Ahmad Makhdum Zein berpulang ke Rahmatullahi pada tanggal 24 September 2002. 

1.3 Riwayat Keluarga
Pada suatu hari, KH. Ahmad Makhdum Zein diminta pulang ke rumah oleh kedua orang tua beliau. Selang beberapa hari dari kepulangan KH. Ahmad Makhdum Zein, Bapak beliau (Zainal Abidin) wafat. Peristiwa tersebut menyisakan kepedihan mendalam. Saat itu merupakan masa yang dianggapnya begitu berat dalam kehidupan beliau.

Mendengar kabar duka tersebut, selanjutnya KH. Muslih mengirim surat kepada KH. Makhdum untuk berkenan kembali ke pondok (PP. Futuhiyyah). Namun kembalinya beliau ke Mranggen tidak untuk nyantri kembali, melainkan untuk dijodohkan dengan putri sulung KH. Muslih yaitu Umi Hj. Al-Inayah.   

Peristiwa penuh sejarah terjadi sekitar tahun 1960-an, resmi sebagai pasangan suami istri, KH. Ahmad Makhdum Zein dan Umi Hj, Al-Inayah. Dari pernikahan dengan Umi Hj. Al-Inayah, beliau dikaruniai sebelas anak, terdiri atas lima laki-laki dan enam perempuan. Di mana putri kedua beliau (anak ketiga) telah wafat disaat masih bayi.

Akan tetapi, masa-masa indah KH. Makhdum bersama Umi Hj.Al-Inayah harus berakhir sekitar tahun 1989, Umi Hj. Al-Inayah dipanggil oleh sang maha kuasa. Kala itu, beliau meninggalkan seorang putri yang masih kecil, yaitu neng Fina Zakiyyah.

Setelah itu, KH. Makhdum Zein menikah kembali untuk kali kedua dengan Umi Nur Hamidah untuk melanjutkan kepengasuhan Neng Fina Zakiyyah. Umi Nur Hamidah sendiri merupakan salah satu santri beliau. Dari pernikahan tersebut, KH. Makhdum Zein dikaruniai 4 orang anak (dua laki-laki dan dua perempuan), sehingga keturunan beliau berjumlah empat belas anak

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Setelah menamatkan belajar di sekolah rakyat, sekitar tahun 1950-an, beliau memilih melanjutkan pendidikannya di pesantren dengan tujuan untuk mendalami ilmu agama. Belajar di pesantren menjadi pilihan utama beliau. Dari hal tersebut, selanjutnya bapaknya mengarahkan untuk menuntut ilmu agama di daerah Mranggen, yaitu Pondok Pesantren Futuhiyyahdi bawah asuhan KH. Muslih bin Syekh KH. Abdurrohman bin Qosidil Haq. Dipilih

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+