27 May 2025 · 1.208 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta - Tidak ada satu pun manusia yang luput dari kesalahan dan dosa. Namun, jangan pernah lupa bahwa Tuhan kita adalah Allah SWT, Dzat Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang, dan Maha Penerima Taubat. Maka, siapa pun di antara kita, meski banyak dosa, tentu tetap masih memiliki harapan besar untuk mendapat ampunan-Nya.
KH. Bahauddin Nursalim, atau yang lebih akrab dikenal sebagai Gus Baha, sering kali menyampaikan dalam berbagai pengajiannya bahwa beristighfar itu bukan semata-mata soal mengingat dosa. Hal ini sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam Sayyidul Istighfar.
“Saya kembali kepada Engkau ya mendapat nikmat dari Engkau,” ujar Gus Baha menirukan makna dalam istighfar Nabi.
Inilah yang terkandung dalam Sayyidul Istighfar, istighfar paling agung yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَ
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+