Tentang KH.R. As’ad Syamsul Arifin dan Tongkat Nabi Musa yang Menandakan Restu Didirikannya Jami’yyah Nahdlatul Ulama
Laduni.ID, Jakarta - Saya tidak pernah mondok di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, seperti almukarrom KH. Abdul Moqsith Ghazali, saya juga tidak pernah bertemu langsung dengan KH.R. As’ad Syamsul Arifin, dan saya juga belum bertemu langsung dengan dzurriyyahnya yang sekarang melanjutkan perjuangan beliau. Tapi sejak kecil saya sering diceritakan almarhum abah saya tentang Kyai As’ad, yang pada tahun 1984, abah pernah bertemu Kyai As’ad, pada momen Muktamar NU yang diselenggarakan di Pesantrennya.
Saya menuliskan sedikit biografi Kyai As’ad ini, tidak lain didasari mahabbah saya kepada kyai yang menjadi penghubung antara Syaikhona Kholil dengan Hadrotussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari dalam pendirian Nahdlatul Ulama ini.
Lebih dari itu saya ingin meyakinkan semua Nahdliyyin bahwa organisasi kita didirikan bukan oleh sembarangan kyai, tapi oleh para kyai ashabul karomah wal ma’unah. Dan saya mengajak kita semua untuk berkhidmat kepada NU dengan penuh tulus ikhlas.
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp509.000
Rp58.500
Rp979.000
Memuat Komentar ...