Kata Gus Baha: Jika Tak Mampu Menjadi “Min”, Jadilah “Ma‘a”

 
Kata Gus Baha: Jika Tak Mampu Menjadi “Min”, Jadilah “Ma‘a”
Sumber Gambar: Istimewa, Ilustrasi: laduni.ID

Laduni.ID, Jakarta - Salah satu problem keagamaan paling serius di zaman ini bukanlah kurangnya semangat beragama, tetapi lebih terkait pada terkikisnya adab dalam beragama. Banyak orang rajin bicara dalil, tetapi lupa sandaran. Merasa mampu berdiri sendiri, merasa cukup dengan akal, dan akhirnya memutus diri dari mata rantai orang-orang sholeh. Dalam sebuah pengajian kitab Nashoihul ‘Ibad Gus Baha mengkritik kecenderungan ini. Harusnya keterkaitan kita dengan orang-orang sholeh itu tidak dinafikan. Karena langkah ini sangat tepat dalam menempa kepribadian kita.

Nek gak iso dadi min, yo dadio ma‘a,” jelas Gus Baha. Kalau tidak bisa menjadi bagian inti (min), ya jadilah bersama (ma‘a).

Gus Baha menghubungkan hal itu dengan kandungan dalam surat Al-Fatihah, bahwa sejak awal Allah sudah mendidik cara pandang seorang hamba. Ketika berdoa meminta petunjuk, kita tidak diminta mencari jalan versi diri sendiri, tetapi jalan yang telah ditempuh orang-orang pilihan terdahulu:

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN