Islam Mengecam Ketiadaan “Rasa Cemburu” pada Diri Seseorang
Laduni.ID, Jakarta - Dalam khazanah Islam, ghirah (غَيْرَةُ) menempati pembahasan yang cukup penting terkait dengan akhlak. Sifat ini adalah sikap batin yang mencerminkan kepedulian, penjagaan kehormatan, dan keberpihakan terhadap nilai-nilai yang diridhoi Allah. Karena itu, Islam tidak memandang ghirah sebagai sifat tercela, tapi sebaliknya, yaitu ketiadaannya lah yang dikecam keras.
Secara bahasa, ghirah merupakan kata yang berasal dari perubahan keadaan hati dan gejolak kemarahan. Perubahan batin ini muncul ketika seseorang melihat sesuatu yang dianggap melanggar kehormatan, nilai, atau batas-batas yang seharusnya dijaga. Dalam kadar yang benar dan terarah, ghirah menjadi benteng moral yang menjaga manusia dari sikap permisif dan acuh tak acuh.
Sebaliknya, Islam mengenal istilah الدَّيُّوثُ (ad-dayyuts), yaitu sifat tercela yang menunjukkan ketiadaan ghirah. Dalam kitab Al-Misbah Al-Munir fi Gharibis Syarhi Al-Kabir karya Al-Fayumi, kata ini didefinisikan sebagai berikut:
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp93.900
Rp605.000
Rp84.000
Rp350.000
Memuat Komentar ...