Solidaritas untuk 'Mohammed Deepak' India dari Dunia Maya

 
Solidaritas untuk 'Mohammed Deepak' India dari Dunia Maya
Sumber Gambar: NH Digital/nationalheraldindia, Ilustrasi: laduni.ID

Laduni.id, Jakarta – Sebuah kisah tentang keberanian sipil dan konsekuensi sosialnya datang dari kota Kotdwar, di negara bagian Uttarakhand, India. Seorang pelatih kebugaran bernama Deepak Kumar, yang kini dikenal luas sebagai 'Mohammed Deepak', harus menuai pahit getir setelah membela seorang pedagang Muslim. Gym miliknya sepi pengunjung, namun sebagai gantinya, dukungan solidaritas justru mengalir deras dari jagat maya.

Peristiwa yang mengubah hidup Deepak ini bermula pada Hari Republik India, 26 Januari 2026. Saat itu, sekelompok orang dari organisasi sayap kanan Hindu, Vishva Hindu Parishad (VHP) dan Bajrang Dal, memprotes nama sebuah toko pakaian bernama Baba School Dress and Matching Centre yang sudah berdiri puluhan tahun. Toko tersebut dimiliki oleh Wakeel Ahmed, seorang Muslim. Kelompok itu diduga meminta agar nama toko diubah karena mencerminkan identitas agama pemiliknya.

Ketika ketegangan meningkat di luar toko, Deepak Kumar muncul dan mencoba melerai. Dalam sebuah video yang kemudian viral, ia memperkenalkan dirinya dengan kalimat yang menggetarkan hati banyak orang, "Mera naam Muhammad Deepak" (Nama saya Muhammad Deepak). Sebuah pernyataan berani yang secara simbolis meruntuhkan sekat identitas dan menunjukkan solidaritas lintas iman. Aksi spontan ini sontak memicu gelombang reaksi besar di media sosial.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN