Cara Menikmati Hidup Ala Rasulullah Menurut Gus Baha
Laduni.ID, Jakarta - Di tengah derasnya arus media sosial, banyak orang merasa hidup semakin sulit untuk dinikmati. Setiap hari mata disuguhi pencapaian orang lain, kemewahan yang dipamerkan, hingga standar kesuksesan yang terus berubah. Tidak sedikit anak muda yang akhirnya terjebak dalam kecemasan, merasa tertinggal, dan kehilangan ketenangan dalam menjalani hidup. Padahal, Islam telah mengajarkan cara sederhana untuk menikmati kehidupan tanpa harus terjebak dalam perlombaan dunia yang tidak pernah selesai.
Salah satu nasihat yang sering disampaikan oleh Gus Baha memberikan sudut pandang yang menenangkan. Beliau menjelaskan bahwa menjalani hidup sebenarnya tidak rumit. Jika seseorang masih hidup, maka anggaplah kehidupan itu sebagai peluang untuk menambah kebaikan. Sebaliknya, jika kematian datang, maka ia menjadi akhir dari segala potensi keburukan yang mungkin dilakukan manusia.
Menurut Gus Baha, manusia sering kali hanya melihat dosa yang sudah dilakukan, padahal setiap orang juga memiliki potensi melakukan kesalahan yang belum tentu terjadi. Seseorang mungkin hari ini tidak berzina, tidak korupsi, tidak berkhianat, dan tidak melakukan maksiat lainnya. Namun selama masih hidup, potensi untuk terjatuh ke dalam berbagai dosa itu tetap ada. Ketika ajal datang, seluruh kemungkinan buruk tersebut otomatis berakhir. Karena itulah seorang mukmin tidak perlu terlalu takut menghadapi kehidupan, tetapi juga tidak perlu berlebihan takut menghadapi kematian. Yang terpenting adalah bagaimana mengisi waktu yang masih diberikan Allah dengan amal kebaikan.
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp59.000
Rp99.000
Rp149.000
Memuat Komentar ...